Ekspor dan Reindustrialisasi

21 April 2015

Perkembangan mutakhir menunjukkan kinerja perdagangan internasional masih jauh dari harapan. Ekspor bersih Indonesia melambat signifikan dan berpengaruh buruk terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pada 2010 – 2011, ekspor bersih masih berkontribusi positif terhadap PDB (1,68% dan 1,41%). Tetapi, sejak 2012 – 2014 peranan ekspor bersih negatif terhadap PDB, masing-masing 1,4%;Read More

WEF dan Krisis Global

20 April 2015

Krisis keuangan global menjadi titik awal memudarnya kekuasaan ekonomi AS. Hal itu ditandai dengan kemunculan poros kekuatan ekonomi baru yang berasal dari negara-negara berkembang. Beberapa negara itu antara lain Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Lima negara yang tergabung dalam BRICS diperkirakan akan menggantikan posisi AS sebagai negara terkuat.Read More

Rambu-Rambu Sektor Keuangan

6 Oktober 2014

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya membuat kebijakan yang lumayan tegas dalam soal pengaturan sektor keuangan. Pertama, kebijakan pembatasan suku bunga simpanan maksimal 225 basis poin dari BI rate (saat ini BI rate 7,5%). Bank BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) III antara Rp 5 – 30 triliun maksimal suku bunga 9,75%Read More

Hajat Bea Cukai

18 Mei 2015

Jantung pengatur ekonomi yang terkait dengan fiskal bersumber dari pajak dan bea cukai. Keduanya bukan melulu berbicara soal penerimaan negara, tapi juga memompa kegiatan ekonomi sesuai dengan arah kebijakan fiskal. Insentif fiskal kerap disusun pemerintah untuk mendorong investasi agar target pertumbuhan ekonomi atau penciptaan lapangan kerja tercapai. Hal yang samaRead More

Artikel Terbaru

Hajat Bea Cukai

18 Mei 2015 0 comments

Jantung pengatur ekonomi yang terkait dengan fiskal bersumber dari pajak dan bea cukai. Keduanya bukan melulu berbicara soal penerimaan negara, tapi juga memompa kegiatan ekonomi sesuai dengan arah kebijakan fiskal. Insentif fiskal kerap disusun pemerintah untuk mendorong investasi agar target pertumbuhan ekonomi atau penciptaan lapangan kerja tercapai. Hal yang samaRead More

Mitigasi Perlambatan Ekonomi

6 Mei 2015 0 comments

Perlambatan ekonomi yang dicemaskan banyak kalangan akhirnya terbukti. Pelaku ekonomi domestik sudah mengambil posisi defensif, tak lagi memertimbangkan ekspansi. Permintaan terhadap beberapa komoditas utama telah turun, seperti semen, baja, dan otomotif. Sektor konstruksi yang berjaya dalam beberapa tahun terakhir juga mengalami nasib sama. Jadi, kelihatannya kondisi internal dan eksternal sedangRead More

Zona Tabu Kebijakan

27 April 2015 0 comments

Sejarah ekonomi nasional mengenal tiga zona tabu kebijakan: beras, minyak, dan tanah. Maksudnya, ketiga “komoditas” itu mesti dipastikan terjaga secara adil, terjangkau, dan stabil. Beras adalah kebutuhan pangan primer seluruh kelompok masyarakat, khususnya kaum miskin. Minyak memengaruhi sebagian besar struktur produksi dan harga (khususnya pangan), tak hanya di sektor transportasi.Read More

Ekspor dan Reindustrialisasi

21 April 2015 0 comments

Perkembangan mutakhir menunjukkan kinerja perdagangan internasional masih jauh dari harapan. Ekspor bersih Indonesia melambat signifikan dan berpengaruh buruk terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pada 2010 – 2011, ekspor bersih masih berkontribusi positif terhadap PDB (1,68% dan 1,41%). Tetapi, sejak 2012 – 2014 peranan ekspor bersih negatif terhadap PDB, masing-masing 1,4%;Read More

WEF dan Krisis Global

20 April 2015 0 comments

Krisis keuangan global menjadi titik awal memudarnya kekuasaan ekonomi AS. Hal itu ditandai dengan kemunculan poros kekuatan ekonomi baru yang berasal dari negara-negara berkembang. Beberapa negara itu antara lain Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Lima negara yang tergabung dalam BRICS diperkirakan akan menggantikan posisi AS sebagai negara terkuat.Read More

Tanggul Hidup Kaum Miskin

6 April 2015 0 comments

“Waras dan “beras” adalah tiang terpenting bagi kaum miskin. Waras (sehat jasmani dan jiwa) adalah modal bagi mereka untuk bekerja saat ini, meski kadang tak ada kepastian esok hari. Jika sakit dan tak bisa bekerja, status hidup mereka langsung merosot. Jika semula berada dalam kelompok “hampir miskin”, akibat sakit merekaRead More