Perekonomian Indonesia, Satu Dekade Pascakrisis Ekonomi

perekonomian indonesia

Panggung ekonomi Indonesia rasanya tidak pernah sepi dari hiruk pikuk peristiwa dramatis. Sejak kemerdekaan, krisis ekonomi datang silih berganti bagai gemuruh riak gelombang. Terakhir, krisis ekonomi menghujam pada medio 1997 dengan kekuatan yang begitu besar. Peristiwa tahun 1997 tersebut seperti datang tiba-tiba, mirip tsunami, sehingga membuat sebagian besar pelaku ekonomi tersapu dalam arus krisis. Segera saja, guncangan ekonomi yang dipicu dari krisis moneter itu berubah menjadi krisis ekonomi/politik yang sungguh tidak gampang untuk diredakan. Jika pada periode-periode sebelumnya setiap instabilitas ekonomi relatif mudah untuk diredam, maka krisis tahun 1997 memerlukan waktu yang cukup panjang untuk merekonstruksinya.

Sekian banyak alternatif pemecahan ekonomi politik sudah disusun, misalnya desentralisasi ekonomi, perbaikan iklim usaha, tata kelola pemerintahan, independensi bank sentral dan efisiensi BUMN; namun hasilnya tetap kurang menggembirakan hingga kini. Bahkan, setelah 10 tahun pascakrisis ekonomi kondisi tetap belum banyak berubah. Persoalan pengangguran, kemiskinan, utang luar negri, pengikisan sumber daya alam, kerentaan perbankan dan macetnya sektor riil masih saja menyelimuti perekonomian nasional.

Buku ini, dengan mengambil titik pijak satu dekade pascakrisis ekonomi, hendak memotret kembali perekonomian nasional dengan harapan bisa dicari simpul-simpul pembuka yang dapat dipakai sebagai kompas pemulihan ekonomi Indonesia.

Judul Buku:
PEREKONOMIAN INDONESIA
Satu Dekade Pascakrisis Ekonomi

Penulis:
Dr. Ahmad Erani Yustika

Perwajahan:
Agus Wiyono

Diterbitkan Oleh:
Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya
Jl. Mayjen Haryono 165 Malang
Telp. (0341) 551396, 553835
Fax. (0341) 553834
email: lintek@fe.unibraw.ac.id, tema@fe.unibraw.ac.id
website: http://www.fe.unibraw.ac.id

Cetakan I: Februari 2007

ISBN 978-979-25-7505-7

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*