Lebaran dan Pemulihan Ekonomi

BPS telah merilis perkembangan ekonomi mutakhir (triwulan I 2021). Data ini ditunggu banyak pihak untuk mengetahui prospek ekonomi 2021. Secara keseluruhan, data terbaru itu menunjukkan tiga perkembangan pokok. Pertama, perekonomian sejak triwulan III 2020 terus menunjukkan perbaikan ke arah pemulihan ekonomi. Sampai triwulan I 2021 memang pertumbuhan ekonomi masih negatif 0,7% (YoY), tapi secara konsisten membaik dari waktu ke waktu.

Kedua, sektor ekonomi yang pertumbuhannya positif makin meningkat. Jika pada triwulan sebelumnya hanya sektor telekomunikasi, pertanian, dan kesehatan yang positif, sekarang terdapat sektor lain yang tumbuh positif. Artinya, geliat ekonomi mulai mekar berbunga.

Ketiga, Pulau Jawa dan Bali masih mengalami tekanan ekonomi yang berat. Hal itu ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi di dua pulau tersebut yang masih negatif cukup dalam. Padahal, dua pulau itu menjadi titik tumpu penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional.

Efek Lebaran

Pada level global, terdapat sinyal positif perbaikan ekonomi. Dua data penting layak dicatat di sini. Indeks PMI (purchasing managers’ index) global terus mengalami peningkatan sejak Januari–Maret 2021. Di luar itu, harga komoditas penting yang menjadi andalan Indonesia juga mengalami kenaikan di pasar internasional seperti minyak kelapa sawit, kopi, dan aneka produk tambang (aluminium, nikel, dan tembaga).

Berikutnya, surplus neraca perdagangan Indonesia diharapkan terus meningkat karena kondisi ekonomi negara mitra dagang merangkak naik. Tiongkok, AS, Singapura, Korsel, Vietnam, dan Hongkong telah mengalami pertumbuhan positif pada triwulan I 2021.

Pertumbuhan ekonomi Uni Eropa memang masih negatif, tapi terus membaik jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (BPS, 2021). Jika situasi itu berjalan konsisten, pada triwulan berikutnya ragam perbaikan terus berlangsung. Hal itu bagi Indonesia merupakan harapan musim semi yang dirindukan.

Menko perekonomian amat yakin meramalkan pertumbuhan ekonomi triwulan II 2021 di kisaran 7%. Optimisme itu tentu bukan tanpa alasan. Pertama, secara konsisten sejak triwulan III 2020 pertumbuhan ekonomi berangsur membaik meski masih negatif. Kesinambungan itu merupakan modal besar untuk terus berlanjut pada triwulan berikutnya.

Next Post:
Previous Post:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*