Wamen Pengangguran Tersembunyi

Antiklimaks
Tidak ada perubahan yang berarti dalam posisi menteri, karena pergantian hanya dilakukan sangat terbatas. Kementerian ekonomi strategis yang berubah adalah perdagangan, ESDM, dan BUMN. Sementara itu, yang tidak mengalami pergantian adalah perindustrian, pertanian, dan keuangan. Jika melihat kinerja yang ada, seharusnya menteri pertanian diganti. Kementerian pertanian mencatat pertumbuhan yang buruk pada 2010, hanya 2,9% (padahal pertumbuhan ekonomi nasional 6,1%). Hal yang sama juga terjadi di sektor industri yang hanya tumbuh 4,5%, ditambah dengan kontribusinya terhadap PDB yang melorot menjadi 24% (padahal pada 2005 masih 28%). Tapi, sebagian masalah di sektor perindustrian bersumber dari pihak lain. Kementerian keuangan sebetulnya juga tidak ada prestasi yang mengesankan, seperti penyerapan anggaran yang tetap buruk. Namun, kekurangan itu masih bisa ditoleransi karena masa kerja dia yang kurang dari 2 tahun.

Catatan penting lain tentu saja mengarah kepada tiga figur menteri ekonomi yang baru: Gita Wirjawan, Dahlan Iskan, dan Jero Wacik. Jejak rekam Gita tidak beda dengan Mari Pangestu sehingga sulit diharapkan akan terjadi perubahan kebijakan yang mendasar, misalnya soal liberalisasi perdagangan. Semoga Bayu Krisna Murti bisa menutup celah itu. Dahlan Iskan merupakan figur yang paling bisa menerbitkan optimisme karena curriculum vitae-nya yang berhasil membangun kerajaan bisnis media dan menangani PLN. Tinggal satu hal yang perlu dibuktikan oleh Dahlan: menolak kebijakan privatisasi. Persoalan terbesar adalah posisi Jero Wacik. Seharusnya dia tidak di kabinet lagi karena kegagalannya mengelola kementerian pariwisata dan budaya. Kementerian ESDM jauh lebih rumit lagi sehingga menuntut kemampuan menteri yang lebih kompeten, kredibel, dan berani. Sungguh sayang, tiga-tiganya itu tidak dimilikinya. Inilah antiklimaks dari drama perombakan kabinet kali ini.

*Ahmad Erani Yustika, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Brawijaya; Direktur Eksekutif Indef

Next Post:
Previous Post:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*