Menyalakan Api UMKM – Api yang mulai redup, sekarang telah hidup. Api dipantik, nyala dipetik! (Ahmad Erani Yustika Staf Khusus Presiden)
Author: Ahmad Erani Yustika
Desa dan Pancasila
Desa telah menjadi altar baru dalam gempita pembangunan nasional. Seusai aneka percobaan pembangunan dijalankan dengan hasil yang sebagian mengecewakan, muncul hasrat baru dengan meletakkan desa sebagai sumbu pembangunan. Namun, di sini muncul pertanyaan kritis: jika desa ditunjuk sebagai titik tumpu pembangunan, apakah desa menjadi sekadar lokus pembangunan ataukah filosofi dan kerangka dasar pembangunan juga berubah?…
Desa, Tanah, dan Pasar
Harian Kompas telah mengoyak empat isu strategis terkait desa dalam sebulan terakhir. Pertama, penguasaan lahan di desa sudah tidak dalam genggaman warga desa, tetapi dikuasai pemodal kakap di luar desa (kota). Kedua, desa telah menjadi pasar barang/jasa yang mengalir dari kota (juga komoditas impor) sehingga mekanisme pengisapan ekonomi terus terjadi. Ketiga, rantai distribusi/logistik yang amat…
Desa dan Pulau Harapan
Pemerintah telah memberi identitas baru atas pilihan pembangunan ekonomi yang harus diambil. Pada isi Nawacita, sekurangnya tafsir itu terpapar di tiga cita, yakni membangun dari pinggiran, peningkatan produktivitas ekonomi rakyat, dan kemandirian ekonomi. Jika dibenturkan dengan konsep ekonomi pembangunan, â€Tricita†tersebut berteduh dalam pohon teori â€strukturalâ€. Istilah â€pinggiran†(periphery) adalah frasa populer untuk membenturkan dengan…
Hajat Bea Cukai
Jantung pengatur ekonomi yang terkait dengan fiskal bersumber dari pajak dan bea cukai. Keduanya bukan melulu berbicara soal penerimaan negara, tapi juga memompa kegiatan ekonomi sesuai dengan arah kebijakan fiskal. Insentif fiskal kerap disusun pemerintah untuk mendorong investasi agar target pertumbuhan ekonomi atau penciptaan lapangan kerja tercapai. Hal yang sama juga berlaku dengan bea cukai….
Mitigasi Perlambatan Ekonomi
Perlambatan ekonomi yang dicemaskan banyak kalangan akhirnya terbukti. Pelaku ekonomi domestik sudah mengambil posisi defensif, tak lagi memertimbangkan ekspansi. Permintaan terhadap beberapa komoditas utama telah turun, seperti semen, baja, dan otomotif. Sektor konstruksi yang berjaya dalam beberapa tahun terakhir juga mengalami nasib sama. Jadi, kelihatannya kondisi internal dan eksternal sedang tak berpihak. Sebagian besar asumsi…
Zona Tabu Kebijakan
Sejarah ekonomi nasional mengenal tiga zona tabu kebijakan: beras, minyak, dan tanah. Maksudnya, ketiga “komoditas†itu mesti dipastikan terjaga secara adil, terjangkau, dan stabil. Beras adalah kebutuhan pangan primer seluruh kelompok masyarakat, khususnya kaum miskin. Minyak memengaruhi sebagian besar struktur produksi dan harga (khususnya pangan), tak hanya di sektor transportasi. Sementara itu, tanah (lahan pertanian/perkebunan)…
Ekspor dan Reindustrialisasi
Perkembangan mutakhir menunjukkan kinerja perdagangan internasional masih jauh dari harapan. Ekspor bersih Indonesia melambat signifikan dan berpengaruh buruk terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pada 2010 – 2011, ekspor bersih masih berkontribusi positif terhadap PDB (1,68% dan 1,41%). Tetapi, sejak 2012 – 2014 peranan ekspor bersih negatif terhadap PDB, masing-masing 1,4%; 1,81%; dan 1,76% (BPS, 2014)….
WEF dan Krisis Global
Krisis keuangan global menjadi titik awal memudarnya kekuasaan ekonomi AS. Hal itu ditandai dengan kemunculan poros kekuatan ekonomi baru yang berasal dari negara-negara berkembang. Beberapa negara itu antara lain Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Lima negara yang tergabung dalam BRICS diperkirakan akan menggantikan posisi AS sebagai negara terkuat. China diunggulkan dan perekonomiannya paling…
Tanggul Hidup Kaum Miskin
“Waras dan “beras†adalah tiang terpenting bagi kaum miskin. Waras (sehat jasmani dan jiwa) adalah modal bagi mereka untuk bekerja saat ini, meski kadang tak ada kepastian esok hari. Jika sakit dan tak bisa bekerja, status hidup mereka langsung merosot. Jika semula berada dalam kelompok “hampir miskinâ€, akibat sakit mereka masuk gerbong “miskin†atau “sangat…
