Sampul majalah The Economist, edisi 15-21 Februari 2014, menimbulkan gelora saya untuk melihatnya secara detail. Foto memerlihatkan bagian belakang Lionel Messi yang sedang berjalan dengan memakai kostum Argentina bernomor punggung 10. Sebagai penikmat sepak bola tentu sampul ini bercerita banyak, sebab dia adalah pemain paling hebat sejagad sekarang, bersaing dengan Christiano Ronaldo. Namun, sebagai ekonom,…
Author: Ahmad Erani Yustika
Bola Salju Ketimpangan
Data makroekonomi 2013 secara menyeluruh telah diumumkan BPS beberapa waktu lalu. Hasilnya, hampir seluruh asumsi makroekonomi yang dibuat pemerintah (tertuang dalam APBN/P) berantakan, baik dibaca dari data pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar, kemiskinan, pengangguran, defisit perdagangan, dan lain-lain. Mendekati usia senja kekuasaan, nampaknya kinerja ekonomi makin memburuk dan target ekonomi pemerintah periode 2009-2014 tak akan…
Bank Sentral dan Mitigasi Krisis
Praktis sejak krisis ekonomi besar 1997/1998, perekonomian global selalu dirundung instabilitas ekonomi (krisis) dalam intensitas yang makin kerap terjadi. Implikasi dari ekonomi yang terbuka juga mengakibatkan suatu negara yang fundamental ekonominya kuat sekalipun sulit berkelit dari pengaruh krisis tersebut, tak terkecuali Indonesia. Pada 2005, misalnya, Indonesia ekonominya limbung akibat kenaikan harga pangan dan minyak internasional….
Tumpeng Ekonomi dalam Perayaan Politik
Indonesia memasuki 2014 dalam kondisi kebugaran yang kurang bagus. Dari sisi ekonomi ada banyak problem yang membuat postur Indonesia agak limbung: defisit neraca perdagangan/transaksi berjalan, inflasi tinggi, pertumbuhan ekonomi tertekan, kemiskinan dan pengangguran meningkat, ketimpangan pendapatan menganga, dan pertumbuhan investasi tersendat. Situasi ini sebagian besar disumbang oleh ketidakmampuan pemerintah memitigasi dampak kenaikan harga BBM pada…
Kemiskinan dan Watak Kebijakan
Seperti sudah diduga, angka kemiskinan pasca-kenaikan BBM pada Juli 2013 lalu telah meningkatkan kemiskinan, baik dalam persentase maupun jumlah orang. BPS minggu lalu menyampaikan data terbaru jumlah penduduk miskin meningkat dari 28,07 juta (Maret 2013) menjadi 28,55 juta (September 2013) atau naik 480 ribu orang. Oleh karena itu, secara persentase angka kemiskinan meningkat dari 11,37%…
Ekonomi dan Kontestasi Politik
Ujung tahun sudah dilalui dan seperti biasa refleksi diperlukan untuk mengambil hikmah di masa depan. Di bidang ekonomi banyak peristiwa terjadi dan produksi kebijakan dilakukan. Jika diperas, sepanjang 2013 sekurangnya terdapat 6 masalah ekonomi utama yang menyergap bangsa ini: (i) manajemen pasokan dan stabilitas harga pangan masih jauh dari memadai sehingga mendorong inflasi dan menggerogoti…
Bacalah Peta Gejolak Rupiah
Hari-hari ini sebaiknya pemerintah dan Bank Indonesia (BI) membuka kembali buku teks ilmu ekonomi dan memantulkan kembali cermin ke masa silam. Menghadapkan teori baku ilmu ekonomi dan persoalan yang dihadapi itu barangkali bisa menggeser keyakinan atas kebijakan-kebijakan ekonomi yang dibuat. Seyogyanya pula, komparasi terhadap pengalaman dan kebijakan ekonomi negara lain laik pula dilakukan untuk menambah…
Kapabilitas Sosial Negara
Perdebatan yang dibangun selama ini soal kegagalan (sebagian) pembangunan ekonomi yang dirancang oleh pemerintah, seperti eksekusi pembangunan infrastruktur, ketimpangan pendapatan, kerapuhan investasi, penyerapan APBN, pengendalian pekerja sektor informal, dan lain-lain lebih banyak bertumpu kepada soal pilihan kebijakan ekonomi. Analisis atas opsi kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah tersebut tentu tidak salah, sebab dalam tradisi ilmu ekonomi…
Memperjuangkan (Lagi) Industrialisasi
Bank Indonesia amat yakin bahwa kebijakan menaikkan BI rate merupakan formula paling efektif saat ini untuk menekan inflasi dan jatuhnya nilai tukar rupiah. Oleh karena itu, sejak 2 bulan terakhir secara agresif BI rate telah mengalami kenaikan sekitar 1,75%. Ini tentu saja mengakhiri rezim tingkat suku bunga acuan rendah yang dijalankan BI dalam beberapa tahun…
Pragmatisme Kebijakan Ekonomi
Pemerintah kian hari makin kehilangan arah tiap kali persoalan ekonomi muncul, sehingga kebijakan yang diproduksi hanya mampu mengatasi masalah sesaat, kadang malah dengan menciptakan jebakan dalam jangka panjang. Dalam soal fiskal, misalnya, ketika subsidi energi membengkak akibat kenaikan harga minyak internasional (dan makin menyusutnya produksi minyak) kebijakan yang diambil hanya menaikkan harga minyak, tanpa sungguh-sungguh…
