Perekonomian Indonesia usai krisis ekonomi 1997/1998 mengalami masalah dalam tiga level sekaligus. Pertama, pembangunan kehilangan dimensi jangka panjang akibat orientasi pencapaian variabel ekonomi jangka pendek. Pemerintah sudah mencoba mendesain RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang), tapi tak pernah bersungguh-sungguh untuk mengawalnya (di samping substansi RPJP sendiri yang bermasalah). Kedua, pilihan kebijakan ekonomi yang diproduksi, baik untuk…
Author: Ahmad Erani Yustika
Intervensi Lembaga Pemeringkat
Standard & Poor’s dan Moody’s Investors Service (lembaga pemeringkat internasional) menurunkan peringkat investasi/kredit Indonesia setelah dianggap pemerintah tidak sigap menaikkan harga minyak (BBM) sehingga mengganggu kesehatan fiskal. Lembaga pemeringkat itu menengarai defisit fiskal akan melonjak di atas 3% (terhadap PDB) jika harga BBM tidak dinaikkan (yang berkonsekuensi pembengkakan subsidi). Penurunan peringkat ini tentu mengejutkan karena…
Cermati, Tiongkok Demam
China dipuja sebagai negara yang luar biasa kinerja ekonominya dalam 20 tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi hampir selalu di atas 10%, kecuali saat terjadi krisis ekonomi global (itupun biasanya masih pada kisaran 8%). Nilai ekspor China pada 2010 menjadi yang terbesar di dunia, meninggalkan Jerman yang sebelumnya selalu menjadi juara. Hasilnyapun mudah ditebak, China menjadi negara…
Makroekonomi dan Buruh
Kinerja makroekonomi Indonesia digambarkan selalu dalam kondisi yang bagus dan stabil, misalnya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, rasio utang terhadap PDB, defisit fiskal yang terkendali, investasi yang terus tumbuh, dan inflasi yang lumayan rendah. Negara-negara lain melihat capaian Indonesia sangat baik sehingga pujian dan aneka penghargaan diberikan, khususnya oleh lembaga multilateral. Namun, jika dikuliti lebih dalam…
Investasi dan Prospek Industri
BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) telah mengumumkan kinerja investasi pada Kuartal I 2013 dengan hasil yang lumayan menggembirakan. Nilai investasi selama periode tersebut total sebesar Rp 93 triliun, dengan komposisi PMDN Rp Rp 27,5 triliun dan PMA Rp 65,5 triliun. Jika dilihat dari pertumbuhannya, maka nilai investasi itu naik 30,6% dibanding periode yang sama tahun…
Harga BBM dan Ledakan Politik
Pemerintahan yang efektif kerap kali diukur dari kesigapan mengambil kebijakan dan keterampilan menjalankannya di lapangan. Pemerintah mesti gesit mengambil keputusan, sebab mereka menjadi pemandu tiap kali muncul masalah. Demikian pula, pemerintah harus terampil karena kebijakan yang baik akan gagal di lapangan bila syarat pokok itu tak dimiliki. Â Celakanya, dua hal penting itu tak dipunyai pemerintah…
Blunder Kenaikan BBM
Pemerintah untuk kesekian kalinya berencana menaikkan harga minyak dengan skema berikut: segala jenis mobil diwajibkan mengkonsumsi premimum seharga Rp 6500-7000 (atau pertamax), sedangkan motor dan transportasi publik boleh mengkonsumsi premium dengan harga Rp 4500. Berbeda dengan wacana yang telah berkali-kali digulirkan oleh pemerintah terkait kenaikan harga dan pembatasan konsumsi BBM, kali ini nampaknya pemerintah serius…
Perlawanan Ekonomi BRICS
Jim O’Neil (bekas ekonom Goldman Sachs) pada 2001 membuat akronim BRIC (Brazil, Rusia, India, dan China) dalam konstelasi perekonomian dunia. Empat negara tersebut dianggap sebagai poros ekonomi baru yang menjadi episentrum ekonomi internasional menggeser keberadaan AS, Inggris/Jerman, dan Jepang. Keempat negara itu memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaan yang mencolok adalah jumlah penduduk yang besar, khususnya…
Komitmen Gubernur Baru BI
Komisi XI, melalui voting, akhirnya menyetujui Agus Martowardojo sebagai Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Darmin Nasution yang habis masa baktinya pada Mei 2013. Proses pemilihan Agus Martowardojo ini lumayan dramatis karena dua hal. Pertama, pada 2008 dia pernah diajukan untuk posisi yang sama oleh presiden (bersama dengan Raden Pardede), tapi ditolak oleh DPR (Komisi XI). Kedua,…
Dua Cara untuk Menyelamatkan APBN 2013
Pada APBN 2013 pemerintah kembali mendesain anggaran defisit, artinya pengeluaran lebih besar dari penerimaan. Seperti biasa, defisit anggaran itu akan dibiayai oleh utang, baik utang domestik maupun luar negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, porsi utang domestik lebih besar dari utang luar negeri sehingga saat ini total utang domestik sudah lebih banyak dibandingkan luar negeri. Utang…
