Pemerintah hampir tiap tahun diuji oleh tuntutan kenaikan upah buruh, yang selalu pelik penyelesaiannya. Pemerintah tentu harus mengakomodasi kenaikan upah buruh sebab secara faktual kondisinya memang masih mengenaskan, di luar alasan adaptasi dengan inflasi yang terjadi tiap tahun. Namun, pemerintah tidak mungkin mengabulkan begitu saja karena harus berhitung dengan kemampuan pengusaha menanggung tuntutan kenaikan upah…
Author: Ahmad Erani Yustika
Investasi dan Kapasitas Birokrasi
Bank Dunia kembali mengeluarkan laporan “Doing Business 2014†yang menyebutkan peringkat Indonesia sekarang berada pada urutan 120. Jika dikomparasikan dengan tahun sebelumnya, ranking itu mengalami perbaikan (dari semula 128). Namun, laporan Bank Dunia tahun lalu “yang telah disesuaikan†menempatkan Indonesia pada peringkat 116, sehingga bila data ini yang dipakai maka tahun ini posisi Indonesia menjadi…
Pemilu dan Problem Ekonomi
Pada tahun depan (2014) terdapat banyak peristiwa penting bagi masa depan bangsa. Hajatan politik (pemilu) tentu merupakan hal yang paling genting, karena akan terjadi pergantian kepemimpinan nasional. Kontestasi politik sudah dimulai saat ini sehingga suhu persaingan sudah terasa mulai gerah saat ini. Namun, satu hal yang juga amat vital sehingga tidak boleh diabaikan adalah menyangkut…
APEC dan Sales Liberalisasi
Periode 2005-2013 boleh disebut merupakan waktu yang hilang dalam episode ekonomi dunia. Nyaris dalam 8 tahun terakhir ini ekonomi dunia lebih banyak disibukkan untuk mengatasi krisis ekonomi yang hadir silih berganti ketimbang menikmati kemakmuran yang diperoleh. Pada 2005 ekonomi global diguncang kenaikan harga pangan dan energi, 2008 diterpa krisis subprime mortgage, dan 2010 dihajar oleh…
APEC dan Karakter Ekonomi
Indonesia kembali menjadi tuan ramah hajatan besar yang bernama APEC (Asia-Pasific Economic Cooperation), tepatnya di Bali pada 1-8 Oktober 2013. Disebut hajatan besar karena melibatkan tak kurang dari 21 kepala negara (sesuai jumlah anggota APEC) dan sekitar 1200 pemimpin puncak korporasi dari masing-masing negara anggota. Indonesia sendiri direncanakan akan menghadirkan 250 pemimpin perusahaan kakap (CEO)…
Krisis dan Pekerjaan Rumah
Krisis nilai tukar belakangan ini, meskipun sekarang agak mereda, untuk kesekian kali memberikan peringatan dan hikmah kepada pemerintah agar mengelola perekonomian dengan dasar-dasar yang benar. Pertama, pada pokoknya perekonomian berjalan dan diuji ketangguhannya dengan basis fundamental ekonomi. Kinerja fundamental ekonomi bukan hanya ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi, namun keseluruhan derap ekonomi yang bisa dilihat dari stabilitas…
APEC dan Agenda Indonesia
Pada 1-8 Oktober 2013 Indonesia akan menjadi tuan untuk yang kedua kalinya hajatan APEC (Asia-Pasific Economic Cooperation), yang bertempat di Bali. Hampir 20 tahun lalu, tepatnya pada 1994, Indonesia telah menjadi tuan rumah pertemuan puncak APEC di Bogor, yang saat itu menghasilkan Deklarasi Bogor. APEC memiliki arti strategis karena negara-negara besar terlibat di dalamnya, baik…
Krisis, Kelembagaan, dan Ekspektasi
Pada pertengahan 1997 krisis ekonomi menyerang wilayah Asia dan terus merembet ke negara-negara lainnya. Krisis ekonomi tersebut dipicu oleh jatuhnya nilai tukar Bath (Thailand) terhadap US dolar pada 2 Juli 1997. Selanjutnya, depresiasi nilai tukar tersebut tanpa dapat diisolasi menjalar (contagion effect) secara cepat ke Malaysia, Indonesia, Korea Selatan, dan lain-lain. Tercatat, indeks harga saham…
Krisis dan Paket Kebijakan
Pemerintah telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi untuk mengatasi krisis nilai tukar. Disebut krisis nilai tukar karena sudah memenuhi beberapa unsur berikut: merosotnya rupiah, tergerusnya cadangan devisa, defisit transaksi modal, kenaikan inflasi, dan lain-lain. Sampai sekarang pemerintah masih bersikukuh faktor eksternal sebagai penyebab jatuhnya nilai tukar, yaitu rencana The Fed mengurangi secara bertahap kebijakan quantitative easing…
Krisis dan Konservatisme Kebijakan
Secara teoritis krisis nilai tukar kali ini bersumber dari dua hal. Pertama, pembalikan arus modal keluar (capital outflow) saat negara maju (seperti AS dan sebagian negara Eropa Barat) perekonomiannya membaik. AS, misalnya, angka pengangguran terbuka sekarang sudah turun menjadi sekitar 7%, setelah sebelumnya bertengger pada kisaran 10%. Di tambah lagi, arus modal ke dalam negeri…
