Ini masih soal inflasi. Sebagian besar ekonom meyakini bahwa inflasi Maret 2008 akan lebih rendah ketimbang Februari 2008. Ternyata, prediksi itu jauh dari kenyataan karena inflasi Maret 2008 melambung ke angka 0,95%. Secara keseluruhan, Triwulan I 2008 inflasi mencai 3,41%. Angka itu sudah lebih dari separuh target pemerintah yang mematok inflasi 2008 sebesar 6,5%. Jadi,…
Month: February 2009
IMF dan Kuda Troya Baru
Akhir pekan lalu, IMF (International Monetary Fund) telah memilih “jenderal” baru untuk memimpin lembaga tersebut, yakni Dominique Strauss-Kahn. Mantan Menteri Keuangan Perancis tersebut dikenal sebagai salah satu tiang pemikir ekonomi sosialis di Eropa, khususnya di Perancis. Inilah yang membuat terpilihnya Strauss-Kahn menjadi berita besar, mengingat IMF merupakan lembaga multilateral yang menjadi sponsor utama (selain Bank…
Change We Believe In
Obama menang dan histeria massa berlangsung di seantero dunia. Tentu ada yang janggal di sini, karena kemenangan Obama tidak lantas membuat negara di luar AS menjadi lebih bebas, damai, atau sejahtera. Bahkan, kemenangan Obama tidak otomatis menggaransi kehidupan ekonomi dan politik di AS menjadi lebih baik. Tetapi, kejanggalan itu tetap dapat diterima dengan sekurangnya dua…
Arus Balik Investasi Dunia
Keputusan KPPU yang menghukum Temasek Holdings Pte Ltd karena memiliki saham silang (cross-ownership) di PT Telkomsel dan PT Indosat, sebetulnya menginformasikan satu isu yang penting. Isu itu bukan soal kepemilikan asing ataupun praktik monopoli, melainkan realitas bahwa lembaga investasi pemerintah masih mewarnai percaturan ekonomi domestik, bahkan perekonomian global. Dalam kasus di atas, Temasek merupakan perusahaan…
Inflasi, Distribusi, dan Ketimpangan
Inflasi Maret 2008 yang diduga lebih rendah ketimbang Februari 2008 ternyata justru sebaliknya: melambung ke angka 0,95%. Tentu saja hal ini membuat panik, bukan saja bagi pemerintah tapi juga masyarakat dan pelaku ekonomi. Secara keseluruhan, Triwulan I 2008 inflasi mencai 3,41%. Angka itu sudah lebih separuh dari target pemerintah yang mematok inflasi 2008 sebesar 6,5%….
Perekonomian Indonesia, Satu Dekade Pascakrisis Ekonomi
Panggung ekonomi Indonesia rasanya tidak pernah sepi dari hiruk pikuk peristiwa dramatis. Sejak kemerdekaan, krisis ekonomi datang silih berganti bagai gemuruh riak gelombang. Terakhir, krisis ekonomi menghujam pada medio 1997 dengan kekuatan yang begitu besar. Peristiwa tahun 1997 tersebut seperti datang tiba-tiba, mirip tsunami, sehingga membuat sebagian besar pelaku ekonomi tersapu dalam arus krisis. Segera…
Inflasi dan ketimpangan pendapatan
Malapetaka itu akhirnya tiba juga. Inflasi Maret 2008 yang diduga lebih rendah daripada Februari 2008 ternyata justru sebaliknya: melambung ke angka 0,95%.Secara keseluruhan, Triwulan I 2008 inflasi mencapai 3,41%. Angka itu sudah lebih separuh dari target pemerintah yang mematok inflasi 2008 sebesar 6,5%. Jadi, tanpa ada keajaiban rasanya inflasi 2008 pasti akan terkerek lebih dari…
Tingkatkan Produksi dan Fokus Energi Alternatif
Kebijakan Pasca Kenaikan Harga BBM Pemerintah akhirnya mengambil opsi kebijakan kenaikan harga minyak, yang oleh sebagian ekonom maupun masyarakat awam dianggap mengandung cacat amat serius. Dalam soal penyikapan kenaikan harga minyak ini, tampaknya pemerintah luput dari dua soal dasar. Pertama, fokus pemerintah terlalu tertuju kepada kenaikan harga minyak itu sendiri. Padahal, masalah tersebut mestinya dilihat…
Pertumbuhan Minus Kesejahteraan
Data terbaru yang dipublikasikan BPS (Badan Pusat Statistik) minggu lalu semakin menunjukkan pokok soal perekonomian nasional. Pertama, data BPS menyebutkan bahwa sumber utama pertumbuhan pada triwulan II 2008 adalah sektor keuangan, jasa, realestat, transportasi dan komunikasi, serta perdagangan/hotel/restoran. Kedua, data pertumbuhan triwulan II 2008 terhadap triwulan II 2007 mendeskripsikan, sektor tradable (yang dapat diperdagangkan) hanya…
Instrumen dan Perang Melawan Krisis
Sampai sebulan lalu, para ekonom domestik masih optimistis bahwa dampak krisis kali ini tidak separah krisis 1997/1998. Sekurangnya optimisme itu dibangun dari tiga argumen. Pertama, krisis 1997 ditandai oleh kerapuhan struktur keuangan korporasi dan pemerintah yang memiliki banyak utang (luar negeri). Celakanya, sebagian utang tersebut jatuh tempo saat krisis terjadi, padahal nilai kurs rupiah (terhadap…
