Rumor pemerintah akan menaikkan harga minyak (BBM) nampaknya hampir mendekati kenyataan setelah Departemen Keuangan diketahui membuat skenario kenaikan harga minyak tersebut. Disebutkan dalam skenario itu, kenaikan harga minyak rata-rata 28,7% dengan persentase kenaikan terbesar terjadi pada premium (33%), disusul solar (27,9%), dan minyak tanah (25%) [Kontan, 30/4/2008]. Pilihan ini diambil karena pemerintah menyadari bahwa kebijakan…
Month: February 2009
Bank Dunia Di Bawah Zoellick
Setelah kredibilitas Presiden AS, George W. Bush, di Bank Dunia (BD) sempat jatuh akibat skandal yang dilakukan oleh bekas Presiden BD (Paul Wolfowitz), para pengamat ekonomi dan politik memperkirakan proses pemilihan Robert B. Zoellick (calon yang disodorkan oleh Bush untuk menggantikan posisi Wolfowitz) bakal berliku. Tetapi, ternyata dugaan itu meleset setelah beberapa minggu lalu Dewan…
Wolfowitz dan Bank Dunia
Setelah berupaya membela diri dengan beragam argumentasi, akhirnya Presiden Bank Dunia, Paul D. Wolfowitz, secara resmi akan berhenti dari jabatannya tanggal 30 Juni 2007. Skandal Wolfowitz dengan kekasihnya, Shaha Ali Riza, yang dulunya juga bekerja di Bank Dunia, dengan menaikkan gaji di atas kewajaran telah menyebabkan kredibilitas Wolfowitz dan Bank Dunia runtuh. Kalangan internal Bank…
Spektrum dan Perangkap Privatisasi
Tahun ini, nampaknya, pemerintah kembali akan menggenjot privatisasi yang sempat terinterupsi pada 2005-2006. Di luar BUMN yang sudah masuk prioritas, misalnya empat bank pemerintah, PT. PGN, PT Jasa Marga, dan PT Indonesia Power (JP, 20/03/2007), pemerintah masih akan menambah beberapa BUMN yang bakal masuk ‘kandang’ privatisasi. Publik, seperti biasa, terbelah menjadi dua kutub: satu pihak…
Proklamasi dan Kemandirian Ekonomi
Hari-hari ini, ketika usia Republik sudah mencapai 62 tahun, sebetulnya sudah terlambat untuk berbicara mengenai kemandirian (ekonomi). Usia yang hampir mencapai delapan windu mestinya pembicaraan telah melampaui kemandirian, misalnya memperluas jangkauan pasar global yang bisa direbut Indonesia. Namun, nyatanya saat ini negara malah sedang memasuki masa di mana seluruh sendi-sendi ekonomi dikuasai oleh pihak lain…
Privatisasi Sektor Perbankan
Langkah pemerintah untuk melakukan privatisasi BUMN kembali membuncah setelah sempat meredup tahun 2005-2006. Harus diakui, pergantian pucuk pimpinan kementerian BUMN merupakan pemicu kegairahan privatisasi tersebut, setelah menteri sebelumnya cenderung mengerem proyek privatisasi. Di antara BUMN yang akan diprivatisasi tahun ini di dalamnya termasuk empat bank, yakni Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BRI. Sampai saat ini,…
Perang Melawan Krisis
Sampai sebulan lalu para ekonom domestik masih optimis bahwa krisis kali ini dampaknya tidak separah krisis 1997/1998. Sekurangnya optimisme itu dibangun dari tiga argumen. Pertama, krisis 1997 ditandai dengan kerapuhan struktur keuangan korporasi dan pemerintah yang memiliki banyak utang (luar negeri). Celakanya, sebagian utang tersebut jatuh tempo saat krisis terjadi, padahal nilai kurs rupiah (terhadap…
Penuaan Dini Sektor Industri
Dengan segala kekurangannya, Indonesia merupakan salah satu kisah sukses negara yang dapat mentransformasikan ekonominya dari semula bertumpu pada sektor pertanian menuju sektor industi (industrialisasi). Sekurangnya terdapat dua indikasi dari dua hal itu. Pertama, sumbangan sektor industri (manufaktur) terhadap pendapatan nasional (PDB) terus meningkat sejak dekade 1980 sampai awal dekade 2000. Kedua, sumbangan ekspor sekor manufaktur…
Pendarahan Fiskal di Ujung Tahun
Secara umum, perekonomian 2007 hampir berakhir dengan berita yang menggembirakan. Sebagian indikator kinerja ekonomi menunjukkan capaian yang relatif bagus. Tapi, agaknya kegembiraan itu mesti disimpan lagi karena di kuartal terakhir 2007 perekonomian agak oleng diterpa kenaikan harga minyak internasional dan melemahnya kurs rupiah. Akibatnya, sektor fiskal mengalami guncangan yang cukup keras. Sehingga, secara keseluruhan peta…
Pemerintah di Persimpangan Jalan
Pemerintah akhirnya merevisi target kinerja ekonomi 2008. Pertama, pertumbuhan ekonomi diturunkan dari semula 6,8% menjadi 6,4%. Revisi ini juga termasuk asumsi makroekonomi lainnya, semisal inflasi diubah menjadi 6,5% (semula 6,0%), nilai tukar rupiah dari Rp 9.100 menjadi Rp 9.150/dolar AS, dan suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia) tetap pada angka 7,5%. Kedua, harga minyak dipatok…
