Pemerintah kian hari makin kehilangan arah tiap kali persoalan ekonomi muncul, sehingga kebijakan yang diproduksi hanya mampu mengatasi masalah sesaat, kadang malah dengan menciptakan jebakan dalam jangka panjang. Dalam soal fiskal, misalnya, ketika subsidi energi membengkak akibat kenaikan harga minyak internasional (dan makin menyusutnya produksi minyak) kebijakan yang diambil hanya menaikkan harga minyak, tanpa sungguh-sungguh…
Category: Kompas
Krisis, Kelembagaan, dan Ekspektasi
Pada pertengahan 1997 krisis ekonomi menyerang wilayah Asia dan terus merembet ke negara-negara lainnya. Krisis ekonomi tersebut dipicu oleh jatuhnya nilai tukar Bath (Thailand) terhadap US dolar pada 2 Juli 1997. Selanjutnya, depresiasi nilai tukar tersebut tanpa dapat diisolasi menjalar (contagion effect) secara cepat ke Malaysia, Indonesia, Korea Selatan, dan lain-lain. Tercatat, indeks harga saham…
Pangan dan Musibah Inflasi
Salah satu yang dicemaskan oleh sebagian pihak dalam kebijakan kenaikan harga BBM adalah inflasi yang tak bisa dikendalikan oleh pemerintah, terlebih ketika dilakukan menjelang ritual puasa ramadhan. Kenaikan BBM berlaku efektif 22 Juni 2013 dan angka inflasi Juni 2013 tersebut langsung melesat 1,03% (padahal kenaikan BBM baru diumumkan pada minggu ketiga Juni dan belum masuk…
Kredibilitas Proyeksi Ekonomi
Pada saat penyusunan APBN, salah satu bagian yang paling krusial adalah pembuatan asumsi makroekonomi. Bagian ini sangat genting karena memiliki implikasi terhadap penerimaan negara, besaran belanja, serta alokasi pengeluaran. Asumsi makroekonomi yang dibuat itu antara lain adalah pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar, suku bunga (SBN), harga minyak, lifting minyak dan gas, kemiskinan, dan pengangguran. Kekeliruan…
Menumbuhkan Benih Ekonomi
Perekonomian Indonesia usai krisis ekonomi 1997/1998 mengalami masalah dalam tiga level sekaligus. Pertama, pembangunan kehilangan dimensi jangka panjang akibat orientasi pencapaian variabel ekonomi jangka pendek. Pemerintah sudah mencoba mendesain RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang), tapi tak pernah bersungguh-sungguh untuk mengawalnya (di samping substansi RPJP sendiri yang bermasalah). Kedua, pilihan kebijakan ekonomi yang diproduksi, baik untuk…
Gagasan Ekonomi Parpol
KPU (Komisi Pemilihan Umum) telah menetapkan 10 partai politik (parpol) sebagai peserta Pemilihan Umum (pemilu) 2014 (meskipun sampai saat ini masih ada sengketa dari parpol yang tidak lolos pemilu). Bagi sebagian orang, 10 parpol tersebut dianggap ideal untuk mewakili aspirasi politik rakyat, meskipun sebagian khalayak masih menganggap jumlah itu terlalu banyak dan sebagian lain berpendapat…
Arah Layar Ekonomi
Akhir tahun lalu kita dikejutkan oleh beberapa data ekonomi yang mencemaskan. Di antara banyak data miris tersebut, dua data berikut bisa menjadi representasinya. Pertama, selama Maret – September 2012 angka kemiskinan hanya turun 0,3%. Itu artinya, kemampuan pemerintah menurunkan angka kemiskinan makin lemah dari waktu ke waktu. Anehnya, penurunan ini terjadi bersamaan dengan makin besarnya…
Moralitas Ekonomi
Dua data berikut ini barangkali menarik disandingkan untuk membingkai pola pembangunan ekonomi nasional. Forbes (2012) baru saja melansir kekayaan para taipan Indonesia dan memperkirakan harta 40 orang terkaya mencapai Rp 850 triliun. Jumlah kekayaan itu kira-kira setara 10% PDB (produk domestik bruto) dan 60% APBN-P 2012. Pada 1993 silam, ekonomi nasional juga sempat heboh karena…
Merombak Anggaran
Para ekonom berteriak kencang soal RAPBN 2013 ini nyaris dalam satu hal saja: subsidi energi (khususnya BBM). Pemerintah dianggap keterlaluan karena membuang ratusan triliun untuk dibakar di jalan, tanpa memberikan manfaat bagi orang miskin. Demikian pula, rekomendasi mereka juga seragam, alihkan subsidi BBM tersebut ke infrastruktur. Namun, apakah soal RAPBN 2013 (dan APBN sebelum-sebelumnya) cuma…
Ongkos Globalisasi
Eric Maskin, peraih nobel ekonomi dan pengajar di Universitas Harvard, menyampaikan keprihatinan soal ketimpangan pendapatan yang makin meluas seiring dengan globalisasi ekonomi (Kompas, 5 September 2012). Sebelum itu, dalam buku yang utuh, Joseph Stiglitz memaparkan pula kian akutnya kepincangan ekonomi AS lewat buku terbarunya (The Price of Inequality, 2012). Jauh sebelum itu pun, banyak ekonom…
