Pada hari ini pemerintah mengajukan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2013 (RAPBN 2013). Selama ini kami (Koalisi Masyarakat Sipil untuk APBN Kesejahteraan) menganggap terdapat banyak persoalan mendasar dalam penyusunan APBN sehingga merasa perlu menghadirkan APBN Alternatif sebagai instrumen pembanding. Sekurangnya terdapat enam masalah dari APBN yang selama ini disusun pemerintah: (i) APBN selalu didesain…
Category: Kompas
Puasa dan Prahara Harga
Akhir minggu ini ritual umat muslim tiap tahun telah tiba, yakni datangnya bulan puasa. Kaum muslim tentu bahagia menyambut kehadiran bulan ramadhan (dan lebaran) ini, yang tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan tapi juga rutinitas sosial pulang kampung menemui handai taulan. Namun, kegembiraan itu juga selalu disertasi kecemasan tiap tahun akibat lompatan harga-harga (pangan) yang…
Dampak Liberalisasi Pertanian
Tulisan Prof. Bustanul Arifin (Kompas, 21 Mei 2012) yang menyoal kegentingan masalah di sektor pertanian merupakan peringatan yang secara serius harus diperhatikan pemerintah. Ada tiga poin penting yang diketengahkan dalam tulisan tersebut: penurunan produksi, konversi lahan, dan kelemahan implementasi kebijakan. Secara prinsip saya sepakat dengan elaborasi persoalan itu, juga beberapa saran jalan keluar yang direkomendasikan….
Akrobat Penyelamatan APBN
Pemerintah kembali melakukan langkah akrobatik pasca-keputusan UU APBN-P Pasal 7 Ayat 6a UU No. 22/2011. Jika mengacu UU tersebut, mestinya pemerintah baru mendesain kebijakan subsidi BBM pada awal Juli 2012 sesuai mandat Ayat 6a itu. Namun, dengan mencermati perkembangan harga BBM di pasar internasional dan pola konsumsi BBM bersubsidi yang kian deras, pemerintah merasa perlu…
BBM dan Kesejahteraan
Perdebatan soal subsidi BBM kian memanas seiring dengan rencana pemerintah per 1 April 2012 menaikkan harga premium dan solar pada kisaran Rp 6000. Silang pendapat bermunculan di media dan forum-forum diskusi yang membuat lalu lintas opini begitu bergemuruh, baik yang menyepakati maupun menolak usulan pemerintah tersebut. Umumnya, titik tekan dari yang memufakati kenaikan BBM adalah…
Absurditas Ekonomi Nasional
Pascareformasi ekonomi 1998 telah memunculkan kenyataan ganjil berikut: ekonomi nasional kerap kali dipuja oleh dunia luar (negeri) dan lembaga internasional, tapi miskin tepuk tangan dari publik di dalam negeri. Pemerintah sering mengutip penilaian pihak luar untuk melegitimasi prestasi-prestasi yang sudah ditorehkan, sementara rakyat menyampaikan fakta yang dijumpai dan dialami sehari-hari untuk membalik segala klaim pemerintah….
Hidupkan Desa, Tata Kota
Posisi sebagai media cetak paling berpengaruh telah dimanfaatkan secara baik oleh Kompas untuk menurunkan berita utama yang terkait dengan soal-soal strategis bangsa. Salah satu isu strategis itu tidak lain yang ditampilkan pada 1 Agustus 2011 lalu mengenai “Kota Tanpa Masa Depanâ€. Tim Visi 2033 secara intensif dalam 3 tahun terakhir ini juga menyuarakan keprihatinan yang…
Memaknai Pertumbuhan Ekonomi
Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi  Indonesia 2010 sebesar 6,1%, lebih tinggi dari yang ditargetkan pemerintah. Pada Triwulan IV-2010 pertumbuhan ekonomi melaju hingga 6,9%. Faktor penyerapan APBN yang menumpuk pada Triwulan III dan IV dianggap sebagai salah satu sumber penting pertumbuhan triwulan terakhir 2010 tersebut. Jika dikuliti pertumbuhan ekonomi berdasarkan sektor, maka…
Menimbang Privatisasi Bank BUMN
Pemerintah kembali akan melakukan privatisasi BUMN di penghujung 2010 ini, setelah sempat vakum pada 2008 dan 2009 (sebagian disebabkan oleh situasi krisis ekonomi sehingga kurang tepat untuk mengerjakan privatisasi). Bahkan, pemerintah telah berancang-ancang pula menjual 10 BUMN pada tahun depan (2011). Dari beberapa BUMN yang akan diprivatisasi pada 2010 ini, terdapat dua bank BUMN yang…
Mengelola Perubahan Ekonomi
Beberapa waktu lalu, World Economic Forum membuat laporan menyenangkan menyangkut daya saing ekonomi nasional. Lembaga tersebut menyebutkan peringkat daya saing ekonomi Indonesia meningkat dari posisi 54 (2009) menjadi 44 (2010) dari 139 negara. Jika menilik hasil laporan tersebut, maka mestinya dapat dibayangkan adanya praktik manajemen perekonomian nasional sudah sedemikian mapan, atau sekurangnya mengarah kepada perbaikan…
