Mekanisme pasar menjadi salah satu isu dalam ilmu ekonomi yang tidak habis dikupas hingga kini. Kubu ekonomi paling kanan (klasik/neoklasik) yakin pasar dapat menjalankan tugas mengawal kegiatan ekonomi secara efisien, sehingga peran institusi lain (baca: pemerintah) tidak diperlukan. Sebaliknya, kubu paling kiri (ekonomi marxian) percaya tentang cacat bawaan pasar, di mana pasar dianggap sebagai institusi…
Paradoks Ekonomi Asia
Pertemuan Forum Ekonomi Dunia tentang Ekonomi Asia Timur di Singapura (24/06/2007) memunculkan secara eksplisit paradoks yang sebetulnya sudah sering diekspresikan oleh para ekonom, yakni selisih jalan antara pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan (dan penyakit lainnya) di Asia (Kompas, 25/06/2007). Secara umum, pertumbuhan ekonomi di wilayah Asia memang sangat mencengangkan dalam dua dekade terakhir ini, setidaknya bila…
Pangan Murah dan Sindrom Kelangkaan
Hingga kini, isu pangan selalu penting di Indonesia karena proporsi pendapatan rumah tangga yang dibelanjakan untuk pangan pada dekade 1980-an mencapai 70% dan sekarang sekitar 50%. Walaupun penurunan ini berarti, tapi secara umum masih cukup besar karena separuh pendapatan habis digunakan untuk konsumsi pangan. Ini tentu berbeda dengan, misalnya, AS yang warga negaranya pada 2003…
Menelanjangi Liberalisme
Pada saat sosialisme “berjaya” pada dekade 1950-an yang tampak di permukaan sebetulnya khayalan tentang indahnya pemerataan. Sebab, yang sebenarnya terjadi adalah kemelaratan massal di sela-sela kemewahan yang dinikmati segelintir elite politik. Itulah aurat sosialisme yang coba ditutupi lewat baju “sama rata, sama rasa”. Kontras dari itu adalah impian kapitalisme tentang pesona “pertumbuhan tak terbatas” yang…
Kenaikan Harga Bersyarat
Rumor pemerintah akan menaikkan harga minyak (BBM) nampaknya hampir mendekati kenyataan setelah Departemen Keuangan diketahui membuat skenario kenaikan harga minyak tersebut. Disebutkan dalam skenario itu, kenaikan harga minyak rata-rata 28,7% dengan persentase kenaikan terbesar terjadi pada premium (33%), disusul solar (27,9%), dan minyak tanah (25%) [Kontan, 30/4/2008]. Pilihan ini diambil karena pemerintah menyadari bahwa kebijakan…
Bank Dunia Di Bawah Zoellick
Setelah kredibilitas Presiden AS, George W. Bush, di Bank Dunia (BD) sempat jatuh akibat skandal yang dilakukan oleh bekas Presiden BD (Paul Wolfowitz), para pengamat ekonomi dan politik memperkirakan proses pemilihan Robert B. Zoellick (calon yang disodorkan oleh Bush untuk menggantikan posisi Wolfowitz) bakal berliku. Tetapi, ternyata dugaan itu meleset setelah beberapa minggu lalu Dewan…
Wolfowitz dan Bank Dunia
Setelah berupaya membela diri dengan beragam argumentasi, akhirnya Presiden Bank Dunia, Paul D. Wolfowitz, secara resmi akan berhenti dari jabatannya tanggal 30 Juni 2007. Skandal Wolfowitz dengan kekasihnya, Shaha Ali Riza, yang dulunya juga bekerja di Bank Dunia, dengan menaikkan gaji di atas kewajaran telah menyebabkan kredibilitas Wolfowitz dan Bank Dunia runtuh. Kalangan internal Bank…
Spektrum dan Perangkap Privatisasi
Tahun ini, nampaknya, pemerintah kembali akan menggenjot privatisasi yang sempat terinterupsi pada 2005-2006. Di luar BUMN yang sudah masuk prioritas, misalnya empat bank pemerintah, PT. PGN, PT Jasa Marga, dan PT Indonesia Power (JP, 20/03/2007), pemerintah masih akan menambah beberapa BUMN yang bakal masuk ‘kandang’ privatisasi. Publik, seperti biasa, terbelah menjadi dua kutub: satu pihak…
Proklamasi dan Kemandirian Ekonomi
Hari-hari ini, ketika usia Republik sudah mencapai 62 tahun, sebetulnya sudah terlambat untuk berbicara mengenai kemandirian (ekonomi). Usia yang hampir mencapai delapan windu mestinya pembicaraan telah melampaui kemandirian, misalnya memperluas jangkauan pasar global yang bisa direbut Indonesia. Namun, nyatanya saat ini negara malah sedang memasuki masa di mana seluruh sendi-sendi ekonomi dikuasai oleh pihak lain…
Privatisasi Sektor Perbankan
Langkah pemerintah untuk melakukan privatisasi BUMN kembali membuncah setelah sempat meredup tahun 2005-2006. Harus diakui, pergantian pucuk pimpinan kementerian BUMN merupakan pemicu kegairahan privatisasi tersebut, setelah menteri sebelumnya cenderung mengerem proyek privatisasi. Di antara BUMN yang akan diprivatisasi tahun ini di dalamnya termasuk empat bank, yakni Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BRI. Sampai saat ini,…
