Analisis demografi saat ini hanya mendapakan porsi yang kecil dari pembuat kebijakan maupun analis ekonomi (sosial). Akibatnya, strategi pembangunan (ekonomi) yang didesain abai terhadap realitas demografi. Inilah yang menjadi salah satu dasar sulitnya merampungkan soal-soal ekonomi yang hampir menjadi klise, seperti pengangguran dan kemiskinan. Boleh saja masalah pengangguran dan kemiskinan itu dianggap sebagai buah dari…
Birokrasi dan Pemburu Rente
Hiruk pikuk penyaluran dana non-bujeter DKP (Departemen Kelautan dan Perikanan), yang sejauh ini sudah melibatkan nama-nama ”besar” dalam kancah politik nasional, sebetulnya tidak perlu menghasilkan kegemparan apabila kita tahu konfigurasi birokrasi pemerintah. Di luar itu, magma lain yang lebih dahsyat membuat kegaduhan adalah investasi yang ditanamkan oleh para ”cukong” kepada capres/cawapres yang hendak bertarung. Cukong…
Cina, India, dan Daya Saing
Berita tidak mengenakkan kembali menerjang Indonesia. Laporan tahunan yang dipublikasikan oleh Institute for Management Development (IMD) dalam tajuk ‘World Competitiveness Yearbook’) menempatkan Indonesia pada urutan 54 dari 55 negara yang disurvei tingkat daya saingnya (Sindo, 11/5/2007). Survei yang menggunakan 323 kriteria berdasarkan 4 kelompok indikator tersebut (kinerja ekonomi, efisiensi birokrasi, efisiensi bisnis, dan ketersediaan infrastruktur)…
10 Tahun Pascakrisis Ekonomi
Bulan Juli sekarang nyaris ’dirayakan’ sebagai peringatan satu dekade pascakrisis ekonomi di Asia (Timur). Tentu saja, perayaan ini bukan dimaknai untuk mengenang kegembiraan atas peristiwa yang pernah berlangsung, melainkan diartikan sebagai cara untuk mencegah agar peristiwa menyedihkan itu tidak terulang lagi. Para ekonom, pelaku bisnis, pemerintah, dan sebagian masyarakat pasti ingat, pada Juli 1997 kehidupan…
Puasa, Lebaran, dan Sedekah
Ilmu ekonomi konvensional (klasik/neoklasik) memperlakukan individu (manusia) dengan beberapa asumsi berikut. Pertama, individu adalah makhluk rasional, di mana rasionalitas bisa dilihat dari proses pengambilan keputusan yang didasarkan pada informasi yang sempurna. Kedua, motif indvidu dalam kegiatan (transaksi) ekonomi adalah mencari laba (profit-seeking behavior).
Mengurus Kembali Pertanian
Persoalan kenaikan harga dan kelangkaan beberapa komoditas pertanian, seperti minyak goreng, gula, dan kedelai, yang terjadi akhir-akhir ini sebetulnya hanyalah merupakan riak dari gulungan tsunami besar yang bakal segera merontokkan sendi-sendi perekonomian nasional. Setidaknya terdapat tiga argumentasi untuk menunjukkan bahwa sektor pertanian di Indonesia sedang dalam bahaya besar.
Konfigurasi dan Spektrum Kemiskinan
Rasanya semua sepakat dengan pernyataan ini, bahwa “kemiskinan bukanlah tragedi kemanusiaan akibat takdir ataupun ketidakramahan alam.” Memang betul, akibat kekeringan, banjir, longsor, atau topan menyebabkan timbulnya jumlah kaum papa baru, tapi segera hal itu akan menguap jika diberikan uang atau dibangun infrastruktur baru. Hal in tentu berbeda apabila dikaitkan dengan komunitas kemiskinan yang sesungguhnya; di…
Krisis, Reformasi, dan Hikmah Ekonomi
Tepat 10 tahun yang lalu, persisnya Juli 1997, perekonomian di wilayah Asia (Timur) rontok dihantam kirisis ekonomi yang berat. Krisis ekonomi yang dipicu oleh terkulainya mata uang bath (Thailand) dan menjalar ke Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Korsel (lima negara yang paling parah terjangkit krisis ekonomi) nyaris melenyapkan seluruh pencapaian gemilang yang diperoleh negara-negara tersebut selama…
Konsensus Baru Pembangunan
Sebongkah ide memang tidak pernah bisa dibelenggu. Tapi, agar dapat merayap, sebuah gagasan jelas butuh kaki. Masalahnya, justru di titik inilah hal genting itu terjadi, di mana antara gagasan dan ruang yang tersedia tidak selalu berjalan paralel di Indonesia. Pada masa Orde Baru, benih-benih ide rasanya tidak pernah berhenti menyembul dari ladang pemikiran para intelektual….
Restriksi Sektor Finansial
Sekarang, hampir semua orang mengamini bahwa salah satu sumber terpenting krisis ekonomi adalah liberalisasi sektor keuangan yang tidak diimbangi dengan kelembagaan (aturan main) ekonomi yang lengkap. Liberalisasi, yang bermakna menyerahkan kedaulatan kegiatan ekonomi kepada pasar, dianggap menyimpan cacat bawaan berupa pemberian fasilitas kepada penguasa modal untuk mengeruk laba dengan memanfaatkan kelemahan pasar. Di sini, salah…
