Mengurus Indonesia memang bukan pekerjaan yang mudah, meskipun bukan berarti sangat sulit. Dalam soal ekonomi, salah satu masalah serius yang tidak tertangani secara sistematis sampai hari ini adalah soal ketenagakerjaan. Aspek-aspek yang berkaitan dengan ketenagakerjaan ini sedemikian banyak ragamnya, dari mulai struktur demografi, pengangguran, pekerja alih daya (outsourcing), membludaknya sektor informal, hingga upah minimum. Dari…
Author: Ahmad Erani Yustika
Membersihkan Noda Ekonomi
Di tengah berita gembira mengenai perekonomian nasional yang tetap bekerja dengan lumayan bagus pada 2011 (pertumbuhan ekonomi sekitar 6,5%) dan status layak investasi oleh Moody’s Investor Service, kabar tidak sedap masih saja berdatangan seakan tidak berhenti. Di antara noda informasi yang tidak mengenakkan tersebut, yang paling menyesakkan adalah soal kredit yang tidak terpakai/terserap (undisbursed loan)…
Kado Awal Tahun
Pemerintah kembali mendapatkan kado istimewa pada awal 2012 ini: lembaga pemeringkat Moody’s menganugerahi Indonesia status “Investment Gradeâ€, persis seperti yang diberikan Fitch akhir tahun lalu. Tidak lama lagi, diyakini Standard & Poor’s juga akan mengalungi Indonesia dengan gelar srupa, sehingga tidak diragukan lagi keabsahan Indonesia sebagai negara tujuan investasi. Perbaikan peringkat investasi tersebut tentu tidak…
Absurditas Ekonomi Nasional
Pascareformasi ekonomi 1998 telah memunculkan kenyataan ganjil berikut: ekonomi nasional kerap kali dipuja oleh dunia luar (negeri) dan lembaga internasional, tapi miskin tepuk tangan dari publik di dalam negeri. Pemerintah sering mengutip penilaian pihak luar untuk melegitimasi prestasi-prestasi yang sudah ditorehkan, sementara rakyat menyampaikan fakta yang dijumpai dan dialami sehari-hari untuk membalik segala klaim pemerintah….
Ekonomi dan Ideologi Pertumbuhan
Pemerintah dan institusi/organ yang terkait pemerintah, juga lembaga multilateral (seperti Bank Dunia, IMF, ADB, dan lain-lain), memproyeksikan perekonomian Indonesia akan tetap cerah pada tahun depan (2012). Pemerintah, KEN (Komite Ekonomi Nasional), Bank Indonesia, IMF, dan Bank Dunia menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia 2012 bisa menyentuh 6,7%. Ini proyeksi yang amat optimis di tengah kemurungan ekonomi global,…
OJK dan Revisi UU BI
Pada Oktober 2011 lalu pemerintah dan DPR telah mengesahkan UU Otoritas Jasa Keuangan (OJK). UU OJK ini mengamanatkan tiga institusi keuangan untuk berada di bawahnya, yakni perbankan, pasar modal, dan keuangan non-bank. Salah satu yang membuat alot pembahasan UU ini adalah soal tarik-menarik kepentingan di sektor perbankan. Bank Indonesia (BI) sebagai institusi yang selama ini…
Investasi dan Waralaba
Perekonomian Indonesia sekitar seminggu ini hiruk pikuk kembali oleh dua berita penting. Pertama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, menyambut dengan tangan terbuka 16 waralaba asing (AS) yang akan masuk ke Indonesia. Waralaba AS tersebut kebanyakan akan masuk ke sektor makanan dan minuman, sehingga jika kesepakatan itu direalisasi dipastikan akan makin menambah pelaku…
Ketimpangan Wilayah dan MP3EI
Ketimpangan wilayah menjadi salah satu masalah serius di Indonesia. Aneka rencana sudah dibuat dalam tiga dekade terakhir untuk mengatasi persoalan tersebut, namun dalam beberapa hal justru terjadi pemburukan. Ketimpangan pendapatan antarpulau, proporsi PDRB yang gemuk di Jawa, konsentrasi daerah investasi, disparitas pembangunan manusia, dan lain sebagainya merupakan sebagian tanda dari pemburukan ketimpangan wilayah tersebut. Tentu…
ASEAN dalam Pusaran Globalisasi
Dalam tiga tahun terakhir aneka ujian ekonomi silih berganti menerpa negara-negara di dunia, tidak terkecuali negara di kawasan Asean. Pada 2008 lalu krisis keuangan dunia sempat menghancurkan beberapa negara di Asean, seperti Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Namun, pada 2010 negara-negara tersebut beranjak pulih dan sepenuhnya kemudi ekonomi bisa dikendalikan lagi. Tidak lama setelah itu,…
Merumuskan Agenda KTT ASEAN
KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Asean ke-19 digelar kembali di Indonesia, di mana lokasi pertemuan diadakan di Bali. Di luar para pemimpin tertinggi di Asean, KTT kali ini menjadi lebih strategis karena Presiden Obama juga hadir, termasuk membawa Menteri Luar Negeri (Hillary Clinton). Momentum pertemuan kegiatan rutin ini bermakna strategis karena saat ini terdapat beberapa persoalan…
