Bank Dunia kembali mengeluarkan laporan “Doing Business 2014†yang menyebutkan peringkat Indonesia sekarang berada pada urutan 120. Jika dikomparasikan dengan tahun sebelumnya, ranking itu mengalami perbaikan (dari semula 128). Namun, laporan Bank Dunia tahun lalu “yang telah disesuaikan†menempatkan Indonesia pada peringkat 116, sehingga bila data ini yang dipakai maka tahun ini posisi Indonesia menjadi…
Category: Investor Daily
APEC dan Agenda Indonesia
Pada 1-8 Oktober 2013 Indonesia akan menjadi tuan untuk yang kedua kalinya hajatan APEC (Asia-Pasific Economic Cooperation), yang bertempat di Bali. Hampir 20 tahun lalu, tepatnya pada 1994, Indonesia telah menjadi tuan rumah pertemuan puncak APEC di Bogor, yang saat itu menghasilkan Deklarasi Bogor. APEC memiliki arti strategis karena negara-negara besar terlibat di dalamnya, baik…
Krisis dan Paket Kebijakan
Pemerintah telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi untuk mengatasi krisis nilai tukar. Disebut krisis nilai tukar karena sudah memenuhi beberapa unsur berikut: merosotnya rupiah, tergerusnya cadangan devisa, defisit transaksi modal, kenaikan inflasi, dan lain-lain. Sampai sekarang pemerintah masih bersikukuh faktor eksternal sebagai penyebab jatuhnya nilai tukar, yaitu rencana The Fed mengurangi secara bertahap kebijakan quantitative easing…
Instabilitas Nilai Tukar
Dalam dua bulan ini pemerintah dan Bank Indonesia (BI) berjibaku mengendalikan penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Depresiasi rupiah tersebut sebetulnya secara perlahan sudah terjadi sejak Juli 2012. Pada saat itu nilai tukar bergerak pada kisaran Rp9.470/dolar sampai kemudian untuk pertama kali menyentuh angka Rp 10.000/dolar pada Juni 2013. Pada saat menyentuh angka Rp…
BBM, Kinerja Ekonomi, dan Beban Politik
Pemerintah kembali menggantung keputusan soal naik atau tidaknya harga BBM (bahan bakar minyak) dengan berlindung kepada persetujuan DPR. Alasan pemerintah, jika dana kompensasi disetujui DPR, maka kenaikan harga akan dilakukan, demikian sebalikya. Pada tahun lalu pemerintah berdalih tidak bisa menaikkan harga minyak karena dihalangi oleh pasal dalam UU APBN yang mengharuskan memeroleh persetujuan DPR jika…
Investasi dan Prospek Industri
BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) telah mengumumkan kinerja investasi pada Kuartal I 2013 dengan hasil yang lumayan menggembirakan. Nilai investasi selama periode tersebut total sebesar Rp 93 triliun, dengan komposisi PMDN Rp Rp 27,5 triliun dan PMA Rp 65,5 triliun. Jika dilihat dari pertumbuhannya, maka nilai investasi itu naik 30,6% dibanding periode yang sama tahun…
Investasi dan Instabilitas Politik
Kinerja investasi Indonesia tahun lalu merupakan berkah yang patut disyukuri. Sebab, pada saat hampir seluruh kinerja ekonomi nasional mengalami penurunan dibandingkan 2011 di tengah krisis ekonomi global, investasi justru menunjukkan pertumbuhan yang tinggi, bahkan melebihi target BKPM. Singkatnya, sepanjang 2012 investasi tumbuh luar biasa. Bisa dikatakan, investasi (dan konsumsi rumah tangga) menjadi penyelamat ekonomi nasional…
Ekonomi 2012 dan Kinerja Industri
Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan secara lengkap kinerja ekonomi nasional 2012. Banyak hal menarik yang bisa diungkap dari data-data tersebut, sehingga nantinya dapat menjadi bahan perbaikan pada tahun-tahun mendatang. Pertumbuhan ekonomi, seperti diduga, tidak bisa mencapai target pemerintah. Pada 2012 pertumbuhan ekonomi pada 2012 hanya 6,23%; di bawah target pemerintah sebesar 6,5% (sebelumnya target…
FTA dan Daya Saing Ekonomi
Kinerja ekonomi Indonesia agak muram pada 2012, yang setidaknya digambarkan oleh tiga hal. Pertama, pertumbuhan ekonomi masih lumayan tinggi, antara 6,2-6,3%, tapi angka ini jauh lebih rendah dari target pemerintah sebesar 6,7%. Bahkan jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2011 yang sebesar 6,5%, kinerja 2012 juga masih lebih rendah. Kedua, penyerapan anggaraan (APBN) menjadi kartu mati untuk…
Utang dan Beban Perekonomian
Kasus yang terjadi di AS dan Eropa selama 2 tahun terakhir telah menerbitkan kecemasan terhadap masa depan perekonomian nasional, terutama dari sisi fiskal. Negara-negara maju itu roboh perekonomiannya akibat melakukan utang yang tidak terkontrol, sehingga akumulasi utang sudah lebih besar dari PDB, seperti yang terjadi di AS, Italia, Spanyol, Portugal, Yunani, dan lain-lain. Tidak pernah…
