Indonesia sampai ini terus masuk radar ekonomi dunia karena kinerja ekonomi yang dianggap bagus. Beragam penghargaan dilayangkan oleh lembaga internasional untuk mengapresiasi pencapaian ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, misalnya dalam soal stabilitas makroekonomi, pengelolaan fiskal, dan peningkatan investasi. Dalam soal yang terakhir ini, ketika hampir seluruh negara berkembang terguncang akibat krisis ekonomi global, seperti yang…
Category: Investor Daily
Proklamasi dan Mandat Ekonomi
Peristiwa 67 tahun lalu itu berulang lagi kali ini. Pada 17 Agustus 1945, yang bertepatan bulan Ramadhan seperti sekarang, kemerdekaan dikumandangkan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta lewat pembacaan naskah proklamasi. Mereka itulah yang kemudian menjadi Presiden dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia dan dikenang sebagai dwitunggal pahlawan proklamasi. Seperti dikatakan Soekarno, kemerdekaan (politik) bukanlah tujuan,…
AFTA dan Agenda Pemerintah
Tak terasa perdagangan bebas Asean/AFTA (Asean Free Trade Area) bakal digelar, tepatnya pada 2015. Pemberlakukan AFTA ini juga menandai babak baru perjalanan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sebagai wujud dari prinsip kolaborasi dan kesetaraan. Keterlibatan Indonesia dalam AFTA ini bukankah hal yang baru, sebab sebelumnya Indonesia sudah menceburkan diri dalam APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) dan…
Minyak dan Agenda Pemerintah
Politik adalah “seni mengambil keputusanâ€. Pernyataan itu mendapat konfirmasi yang sempurna dari drama pengambilan keputusan soal kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. Disaat ketegangan antara kubu yang menolak dan mendukung kenaikan harga minyak makin mencekam, lalu hadir jalan tengah penundaan kenaikan harga minyak dengan syarat: bila ICP dalam 6 bulan melebihi rata-rata 15%. Boleh saja…
Harga Minyak dan Struktur APBN-P
APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dalam konteks pembangunan ekonomi memang memiliki peran yang unik: meskipun kontribusinya tidak lebih dari 9% dalam pembentukan PDB (produk domestik bruto), namun keberadaannya sangat diperhitungkan dalam formulasi kebijakan ekonomi. Hal ini agak berbeda dengan turun naiknya investasi, perdagangan (ekspor-impor), maupun konsumsi rumah tangga (sebagai sesama unsur pencipta PDB) yang…
Sinyal Negatif Perdagangan Indonesia
Indonesia meninggalkan perekonomian 2011 dengan banyak catatan, baik yang menyedihkan maupun menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi, inflasi, cadangan devisa, nilai tukar, dan investasi merupakan beberapa berita menggembirakan yang berhasil dicapai, meskipun tetap ada keterangan di balik keberhasilan tersebut. Di sisi lain, beragam kisah pedih juga memantul dengan jelas, seperti penduduk miskin dan hampir miskin yang meningkat, pertumbuhan…
Ketimpangan Wilayah dan MP3EI
Ketimpangan wilayah menjadi salah satu masalah serius di Indonesia. Aneka rencana sudah dibuat dalam tiga dekade terakhir untuk mengatasi persoalan tersebut, namun dalam beberapa hal justru terjadi pemburukan. Ketimpangan pendapatan antarpulau, proporsi PDRB yang gemuk di Jawa, konsentrasi daerah investasi, disparitas pembangunan manusia, dan lain sebagainya merupakan sebagian tanda dari pemburukan ketimpangan wilayah tersebut. Tentu…
Reshuffle dan Arah Ekonomi
Pasca-reformasi ekonomi 1998, perekonomian nasional menunjukkan dua watak yang saling bertolak belakang. Karakter pertama, secara perlahan stabilitas makroekonomi mulai tertata dengan baik, meskipun dalam beberapa kesempatan pernah mengalami masalah akibat krisis ekonomi, seperti 2005 (masalah minyak dan 2008 (krisis keuangan). Tercatat pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, inflasi, cadangan devisa, investasi, dan lain-lain menunjukkan perkembangan ke arah…
RAPBN 2012 dan Komitmen Kerakyatan
Pada 16 Agustus 2011 Presiden SBY sudah menyampaikan Nota Keuangan RAPBN 2012 di depan DPR dan DPD RI. Secara umum tidak ada perubahan komposisi yang mengejutkan dari alokasi RAPBN 2012. Kekuatan RAPBN 2012 mencapai Rp 1418,5 triliun, atau meningkat 7,4% (Rp 97,7 triliun) dibandingkan APBN-P 2011. Pendapatan negara dan hibah ditargetkan sebesar Rp 1.292,9 triliun,…
RAPBN 2012: Problem Internal dan Eksternal
Pemerintah dan DPR telah menyepakati asumsi makroekonomi sebagai dasar penyusunan RAPBN 2012. Meskipun asumsi makroekonomi tersebut telah dibahas secara mendalam dan memertimbangkan berbagai faktor secara komprehensif, namun masih terdapat beberapa celah yang membuat rencana anggaran itu tidak dapat diimplementasikan sesuai target. Beberapa asumsi makroekonomi yang sudah disepakati itu adalah: pertumbuhan ekonomi 6,6-7%; inflasi 3,5-5,5%; kurs…
