Kinerja makroekonomi nasional Triwulan I 2011 yang baru saja dipublikasikan BPS (Badan Pusat Statistik), sekali lagi menunjukkan betapa rapuhnya struktur perekonomian Indonesia. Pertumbuhan ekonomi memang tinggi, mencapai 6,5% (padahal sebelumnya diperkirakan hanya akan berkisar pada angka 6,3%). Tapi, dua sektor ekonomi yang paling penting, yaitu pertanian dan industri, masih tumbuh rendah. Kedua sektor penyangga ekonomi…
Category: Jawa Pos
Madoff, Malinda, dan Skema Ponzi
Sektor keuangan tidak henti mengguncang perekonomian, baik dalam skala global ataupun masing-masing negara. Guncangan itu bisa disebabkan secara sistematik, yakni perilaku lembaga di sektor keuangan (perbankan, pasar modal, asuransi, pengelola investasi, dan lain-lain), maupun aksi individu-individu yang memanfaatkan celah regulasi. Dalam kasus sistemik, skandal subprime mortgate pada 2008 lalu merupakan aib terbesar dalam ekonomi modern…
Rapor Buram Ekonomi Jatim
BPS pada awal Februari 2011 lalu telah mempublikasikan secara utuh kinerja ekonomi Jawa Timur (Jatim) 2010. Secara umum, data makroekonomi Jatim 2010 menunjukkan gambar yang buram, sehingga perlu terobosan kebijakan yang cerdas dan kerja keras untuk memerbaiki kinerja ekonomi di masa depan. Pertama, pertumbuhan ekonomi Jatim 2010 memang bagus (6,67%), lebih tinggi ketimbang pertumbuhan ekonomi…
Pertumbuhan dan Ketimpangan Daerah
Secara lengkap kinerja ekonomi 2010 telah diumumkan oleh BPS pada 7 Februari 2010 lalu. Pertumbuhan ekonomi, seperti sudah diramalkan oleh banyak kalangan, tumbuh lebih tinggi dari asumsi pemerintah, yakni 6,1% (asumsi pemerintah 5,8%). Jika dilihat dari lapangan usaha (sektor), maka sektor pertanian tumbuh 2,9%; pertambangan dan penggalian 3,5%; industri pengolahan 4,5%; listrik, gas, dan air…
Problem Kelembagaan Ekonomi
Selama lebih dari satu dekade ini terdapat perubahan yang cukup mendasar dalam perekonomian nasional. Krisis ekonomi datang silih berganti dan menjadi salah satu alasan penting terjadinya perubahan ekonomi tersebut. Pemerintah telah berbuat semampunya untuk menghadapi dan mengatasi krisis ekonomi itu, salah satunya dengan mendesain kebijakan reformasi ekonomi. Terlepas dari keberhasilan beberapa aspek tertentu, namun reformasi…
Beijing Consensus dan Indonesia
Pada Jumat, 3 Desember 2010 lalu, saya (bersama seorang ekonom dari sebuah bank swasta ternama di Indonesia) diundang oleh Dr. Chi Zhang, Chief Asia Economist BP (China) Holdings Limited, untuk mendiskusikan soal prospek hubungan ekonomi Indonesia dan China di masa mendatang. Bagi Zhang, Indonesia merupakan negara yang terlalu penting untuk diabaikan dalam konstelasi perekonomian dunia,…
Pertumbuhan Tanpa Koma
BPS telah mengumumkan kinerja ekonomi sepanjang semester I 2010, yang hasilnya bisa dilihat dari berbagai sudut pandang. Berita bagusnya, pertumbuhan ekonomi semester I 2010 mencapai 5,9%. Pertumbuhan yang cukup tinggi ini disumbang oleh kuartal IIÂ 2010 yang tumbuh 6,2% dibandingkan kuartal II 2009 (yoy). Hasil ini memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi 2010 akan lebih tinggi dari…
Kemiskinan dan Dualisme Ekonomi
Awal Juli 2010 lalu Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan kembali penurunan jumlah orang miskin di Indonesia. Menurut BPS, pada 2010 ini angka kemiskinan turun tipis menjadi 13,32% (pada 2009 mencapai 14,15%). Dengan begitu, jumlah orang miskin pada 2010 mencapai 31,02 juta penduduk. Penurunan ini tentu harus disyukuri karena berarti secara perlahan jumlah orang miskin di…
Paradoks RAPBN 2011
Minggu lalu, tepatnya 16 Juni 2010, DPR dan Kementerian Keuangan menyepakati usulan asumsi RAPBN 2011. Sekurangnya terdapat 7 poin pokok yang menjadi kesepakatan dalam merumuskan asumsi RAPBN 2011: (1) pertumbuhan ekonomi 6,1-6,4%; (2) inflasi 4,9-5,3%; (3) defisit APBN 1,7%; (4) nilai tukar rupiah per US dolar Rp 9.100-Rp 9.400; (5) suku bunga SBI 6,2-6,5%; (6)…
Tiongkok, ACFTA, dan Geoekonomi
Seiring berakhinya Pertemuan Komisi Bersama (Joint Commission Meeting) Indonesia dan Tiongkok di Yogyakarta beberapa waktu lalu, maka usai pula kemungkinan renegosiasi dalam menyikapi ACFTA. Banyak pihak yang menilai bahwa kegagalan tersebut akan membawa kehancuran denyut ekonomi Indonesia, sementara di lain pihak terdapat pihak yang kurang menganggap penting hal ini. Intinya, pandangan yang belakangan ini menyatakan…
