Buku Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Ekonomi Kelembagaan Pada Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Kebijakan Reformasi dan Kerapuhan Kelembagaan Ekonomi: Ikhtiar Meluruskan Arah Perekonomian Nasional Oleh: AHMAD ERANI YUSTIKA Disampaikan Pada Rapat Senat Terbuka Universitas Brawijaya Malang, 30 Desember 2010 [download file] . . .
Ke(tidak)pastian Kebijakan BBM
Pemerintah kembali menunda penerapan kebijakan penghematan konsumsi BBM, setelah beberapa waktu lalu melakukan hal yang serupa. Semula, pemerintah hendak menerapkan kebijakan ini pada Januari 2011. Dengan alasan pemerintah (Pertamina) perlu waktu memersiapkan infrastruktur pendukung, misalnya stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), kebijakan diundur April 2011. Saat ini, dengan pertimbangan masih menunggu hasil tim kajian yang telah…
Rapor Buram Ekonomi Jatim
BPS pada awal Februari 2011 lalu telah mempublikasikan secara utuh kinerja ekonomi Jawa Timur (Jatim) 2010. Secara umum, data makroekonomi Jatim 2010 menunjukkan gambar yang buram, sehingga perlu terobosan kebijakan yang cerdas dan kerja keras untuk memerbaiki kinerja ekonomi di masa depan. Pertama, pertumbuhan ekonomi Jatim 2010 memang bagus (6,67%), lebih tinggi ketimbang pertumbuhan ekonomi…
Krisis Pangan dan Opsi Kebijakan
Indeks harga pangan dunia dari waktu ke waktu terus naik, bahkan akhir-akhir ini dalam intensitas yang cukup tinggi. Pola ini diikuti juga dengan kenaikan harga minyak, yang saat ini berfluktuasi di kisaran US$ 90 per barrel. Pola kenaikan harga pangan dan minyak yang terjadi saat ini mirip pada semester awal 2008 lalu. Pada saat itu…
Krisis Pangan dan Daya Beli Masyarakat
Peristiwa tiga tahun lalu, tepatnya pada semester pertama 2008, saat ini berpotensi terulang lagi. Krisis pangan dan minyak dunia menjadi sumber malapetaka saat itu karena Indonesia telah menjadi importir penting untuk kedua barang tersebut. Harga minyak internasional nyaris menembus US$ 150/barel dan indeks harga pangan melambung tidak terkendali. Akibat kenaikan harga minyak dan pangan membuat…
BUMN, Holding, dan Privatisasi
Ibarat musim, saat ini sebetulnya perjalanan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) di Indonesia sedang memasuki musim semi. Proses transformasi BUMN yang dilakukan dalam 10 tahun terakhir telah menghasilkan beberapa capaian bagus, khususnya kinerja keuangan perusahaan negara tersebut. Beberapa BUMN besar yang dulu dikenal sebagai “produsen kerugianâ€, misalnya PLN, Pertamina, dan PT Garuda Indonesia, saat ini…
Nasib Sektor Pertanian dan Industri
Kecemasan terhadap masa depan ekonomi nasional telah mendapatkan konfirmasi yang meyakinkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa hari lalu. Para pengamat ekonomi sudah lama mengingatkan bahaya involusi pertanian dan gejala deindustrialisasi sehingga diharapkan pemerintah memberikan perhatian yang serius terhadap persoalan ini. Namun, data yang disampaikan BPS menyodorkan fakta yang kian membuat prihatin, karena sektor pertanian…
Pertumbuhan dan Ketimpangan Daerah
Secara lengkap kinerja ekonomi 2010 telah diumumkan oleh BPS pada 7 Februari 2010 lalu. Pertumbuhan ekonomi, seperti sudah diramalkan oleh banyak kalangan, tumbuh lebih tinggi dari asumsi pemerintah, yakni 6,1% (asumsi pemerintah 5,8%). Jika dilihat dari lapangan usaha (sektor), maka sektor pertanian tumbuh 2,9%; pertambangan dan penggalian 3,5%; industri pengolahan 4,5%; listrik, gas, dan air…
Memaknai Pertumbuhan Ekonomi
Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi  Indonesia 2010 sebesar 6,1%, lebih tinggi dari yang ditargetkan pemerintah. Pada Triwulan IV-2010 pertumbuhan ekonomi melaju hingga 6,9%. Faktor penyerapan APBN yang menumpuk pada Triwulan III dan IV dianggap sebagai salah satu sumber penting pertumbuhan triwulan terakhir 2010 tersebut. Jika dikuliti pertumbuhan ekonomi berdasarkan sektor, maka…
Kebijakan Reformasi dan Problem Kelembagaan (2)
Bagian 2 Selain argumentasi tentang pilihan dan urutan kebijakan reformasi ekonomi yang dianggap sebagian kalangan bermasalah, problem reformasi ekonomi yang menghasilkan capaian tidak optimal disebabkan juga oleh ketiadaan strategi reformasi kelembagaan yang solid. Pada titik ini, reformasi kelembagaan merupakan “enabling environment†yang membuat kebijakan reformasi dapat berjalan seperti yang diharapkan. Sekurangnya terdapat tiga aspek reformasi…
