Salah satu aspek yang dianggap aib adalah sebagian besar alokasi APBD dihabiskan untuk belanja dan gaji pegawai, bahkan ada daerah yang 90% dari total APBD-nya dipakai belanja pegawai. Dengan proporsi semacam itu, bisa dibayangkan makin terbatasnya peran APBD untuk mendorong pembangunan daerah, khususnya di bidang ekonomi.
Persoalan Data Kemiskinan
BPS (Badan Pusat Statistik) kembali melansir data tahunan yang selalu menimbulkan kontroversi, yakni data kemiskinan. BPS sendiri sebetulnya mengeluarkan dua data kemiskinan, yakni data makro dan mikro. Data kemiskinan makro dihitung berdasarkan data sampel (bukan sensus), sehingga hasilnya sebetulnya bersifat prediktif.
Bank Sentral dan Sektor Riil
Perekonomian nasional saat ini sebetulnya tengah limbung di tengah tren kenaikan pertumbuhan ekonomi. Di luar pertumbuhan ekonomi, penampilan makroekonomi lainnya, seperti inflasi, nilai tukar, kinerja ekspor dan impor, dan yang lain juga menunjukkan stabilitas yang bagus. Namun, di balik performa tersebut tersimpan kerapuhan yang memiliki efek besar terhadap masa depan perekonomian, khususnya kesejahteraan masyarakat menengah…
IMF, Lagarde, dan Krisis Yunani
Dewan Eksekutif IMF telah memilih Christine Madeleine Odette Lagarde (Menteri Keuangan Perancis) untuk memimpin lembaga moneter internasional tersebut menggantikan Dominique Strauss-Kahn. Meskipun sebelum menjabat Direktur Pelaksana (Managing Director) IMF keduanya pernah menjabat Menteri Keuangan Perancis, namun latar belakang mereka sangat berbeda. Lagarde menghabiskan sebagian besar karirnya sebagai pengacara di firma kesohor (Baker & McKenzie) di…
RAPBN 2012: Problem Internal dan Eksternal
Pemerintah dan DPR telah menyepakati asumsi makroekonomi sebagai dasar penyusunan RAPBN 2012. Meskipun asumsi makroekonomi tersebut telah dibahas secara mendalam dan memertimbangkan berbagai faktor secara komprehensif, namun masih terdapat beberapa celah yang membuat rencana anggaran itu tidak dapat diimplementasikan sesuai target. Beberapa asumsi makroekonomi yang sudah disepakati itu adalah: pertumbuhan ekonomi 6,6-7%; inflasi 3,5-5,5%; kurs…
Korupsi Infrastruktur dan Ketimpangan Pembangunan
Laporan Bank Dunia yang bertajuk “Curbing Fraud, Corruption and Collusion in the Roads Sector†(Mei 2011) pantas menjadi perhatian pemerintah jika ingin pembangunan infrastruktur lekas terselesaikan dan menjadi modal pembangunan ekonomi. Meskipun temuan Bank Dunia itu bukan hal yang baru, tapi diharapkan daya tekan temuan tersebut membuat pemerintah benar-benar serius mengatasi masalah korupsi dalam proyek-proyek…
WEF dan Agenda Indonesia
Perhelatan akbar berupa World Economic Forum (WEF) on East Asia yang diselenggarakan di Jakarta, 12-13 Juni 2011 sudah barang tentu memiliki makna yang strategis bagi Indonesia, meskipun sekian banyak kritik layak juga untuk dilayangkan. Beberapa hal laik dianalisis untuk menyikapi peristiwa besar ini. Pertama, Indonesia layak menjadi tuan ramah karena dianggap kinerja ekonominya dinamis di…
Hal yang Terlupakan dalam Masterplan
Pemerintah baru-baru ini telah meluncurkan “mainan baru†yang diberi nama: Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Proyek baru ini menambah daftar panjang rencana-rencana hebat yang dibuat sebelumnya, namun sayangnya hingga kini miskin realisasi, seperti roadmap investasi dan rencana aksi pembangunan. Seperti rencana-rencana sebelumnya, pertanyaan yang kerap diajukan adalah: apakah rencana ini memiliki relevansi…
Spirit Kemakmuran Bersama
Gelombang liberalisasi yang telah berjalan sejak era 1980-an sebetulnya tidak mengubah keadaan apapun di dunia ini, khususnya dalam pengertian kemakmuran bersama. Negara yang dianggap maju selama ini, seperti AS, Eropa (Barat), dan Jepang tetap memegang kendali perekonomian dunia. Cuma segelintir negara yang berubah posisinya akibat liberalisasi ini, di antaranya China, Brazil, Korsel, dan Rusia. Selebihnya,…
Pertumbuhan, Ketimpangan, dan Kerapuhan Ekonomi
BPS minggu lalu telah mengumumkan kinerja ekonomi nasional Triwulan I dengan angka-angka yang cukup mengejutkan. Pertumbuhan ekonomi Triwulan I secara mengejutkan mencapai 6,5%, padahal semula diperkirakan hanya akan berada pada level 6,3%. Dengan pertumbuhan sebesar itu, target pertumbuhan ekonomi 2011 sebesar 6,4% hampir pasti dapat dilampaui karena pada triwulan berikutnya biasanya pertumbuhan ekonomi trennya akan semakin meningkat.
