Kinerja makroekonomi nasional Triwulan I 2011 yang baru saja dipublikasikan BPS (Badan Pusat Statistik), sekali lagi menunjukkan betapa rapuhnya struktur perekonomian Indonesia. Pertumbuhan ekonomi memang tinggi, mencapai 6,5% (padahal sebelumnya diperkirakan hanya akan berkisar pada angka 6,3%). Tapi, dua sektor ekonomi yang paling penting, yaitu pertanian dan industri, masih tumbuh rendah. Kedua sektor penyangga ekonomi…
Menghitung Posisi Indonesia di Pentas ASEAN
KTT Asean yang digelar di Jakarta minggu lalu menerbitkan banyak ragam pandangan, khususnya mengenai terbentuknya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pandangan tersebut secara umum terbelah menjadi dua kutub, yakni pihak yang optimis dan pesimis. Pihak yang optimis melihat Indonesia akan mendapatkan benefit yang besar dengan terjadinya basis produksi dan pasar tunggal Asean, utamanya jika melihat potensi…
Menyongsong Era Masyarakat Ekonomi ASEAN
Saat ini di Jakarta sedang diadakan Konferensi Tingkat Tinggi Asean yang membahas beragam isu ekonomi di kawasan ini. Salah satu isu penting yang dibahas tentu saja adalah persiapan pemberlakuan Pasar Tunggal Asean pada 2015 yang menjadikan kawasan ini sebagai basis produksi dan pasar tunggal. Indonesia pasti sudah memersiapkan diri untuk menyongsong era “Masyarakat Ekonomi Asean 
Pengawasan Perbankan
Rentetan kasus kejahatan perbankan datang bertubi-tubi dengan aneka modus. Kasus diawali dengan pembobolan nasabah premium oleh MD (Citibank), dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh debt-collector hingga nasabah meninggal (Citibank), dan pencairan ilegal dana milik PT Elnusa di Bank Mega. Ragam kejahatan ini sebetulnya bukan hal yang baru, karena praktik semacam ini pernah dilakukan pada waktu sebelumnya,…
ACFTA: Racun atau Vitamin?
Setelah data-data resmi dikeluarkan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) baru-baru ini, khalayak ramai menyoal kelaikan perjanjian pasar bebas di wilayah ASEAN plus China (ACFTA). Namun, dalam beberapa aspek, data-data tersebut tidak semuanya valid karena terdapat perbedaan antara satu versi dengan versi lainnya. Misalnya, pemerintah mengumumkan defisit perdagangan Indonesia dengan China mencapai US$ 5,6 miliar, namun…
Mengokohkan Kembali Sektor Industri
Pasca diberlakukannya ACFTA (Asean China Free Trade Agreement) situasi perekonomian nasional terlihat kurang menguntungkan, khususnya hal dalam perdagangan internasional. Dalam koridor ACFTA itu, defisit yang dialami Indonesia terutama berasal dari China dan Thailand. Tetapi, rapor yang lebih miris sebetulnya layak dialamatkan ke sektor industri, di mana pertumbuhan dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional (PDB) terus menurun….
Merumuskan Kembali Pembangunan Infrastruktur
Pada 12-14 April 2011 Kadin (dengan didukung pemerintah) menyelenggarakan Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICE) di Jakarta, di mana dalam forum itu dijajakan tidak kurang 16 proyek infratsruktur dengan nilai investasi sekitar US$ 32,4 miliar. Kegiatan ini akan menjadi agenda rutin dalam 4 tahun ke depan, sedangkan pemerintah sendiri pernah menyelenggarakan sekurangnya dua kali…
Menata Kembali Sektor Perbankan
Dalam beberapa tahun terakhir ini, khususnya pascakrisis 2008, sektor perbankan diterpa banyak berita tidak sedap. Kasus bailout Bank Century yang sampai sekarang belum tuntas semuanya, merupakan salah satu puncak gurita masalah yang mengikat sektor perbankan. Di luar soal itu, sektor perbankan dituding sebagai penyebab tidak optimalnya kinerja pembangunan ekonomi nasional, karena tingginya tingkat suku bunga…
Madoff, Malinda, dan Skema Ponzi
Sektor keuangan tidak henti mengguncang perekonomian, baik dalam skala global ataupun masing-masing negara. Guncangan itu bisa disebabkan secara sistematik, yakni perilaku lembaga di sektor keuangan (perbankan, pasar modal, asuransi, pengelola investasi, dan lain-lain), maupun aksi individu-individu yang memanfaatkan celah regulasi. Dalam kasus sistemik, skandal subprime mortgate pada 2008 lalu merupakan aib terbesar dalam ekonomi modern…
Mengurai Ketimpangan
Sejak pembangunan ekonomi dijalankan secara normal mulai 1966, sebetulnya bisa dikatakan Indonesia telah berada dalam jalur pembangunan yang lurus. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi kian stabil dan menanjak, inflasi dapat dijinakkan, investasi swasta (domestik dan asing) terus bergerak, ekspor-impor berkembang dinamis, dan pendapatan per kapita makin membesar. Selama rentang waktu 45 tahun ini memang kadangkala diselingi dengan…
