Pasca diberlakukannya ACFTA (Asean China Free Trade Agreement) situasi perekonomian nasional terlihat kurang menguntungkan, khususnya hal dalam perdagangan internasional. Dalam koridor ACFTA itu, defisit yang dialami Indonesia terutama berasal dari China dan Thailand. Tetapi, rapor yang lebih miris sebetulnya layak dialamatkan ke sektor industri, di mana pertumbuhan dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional (PDB) terus menurun….
Author: Ahmad Erani Yustika
Merumuskan Kembali Pembangunan Infrastruktur
Pada 12-14 April 2011 Kadin (dengan didukung pemerintah) menyelenggarakan Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICE) di Jakarta, di mana dalam forum itu dijajakan tidak kurang 16 proyek infratsruktur dengan nilai investasi sekitar US$ 32,4 miliar. Kegiatan ini akan menjadi agenda rutin dalam 4 tahun ke depan, sedangkan pemerintah sendiri pernah menyelenggarakan sekurangnya dua kali…
Menata Kembali Sektor Perbankan
Dalam beberapa tahun terakhir ini, khususnya pascakrisis 2008, sektor perbankan diterpa banyak berita tidak sedap. Kasus bailout Bank Century yang sampai sekarang belum tuntas semuanya, merupakan salah satu puncak gurita masalah yang mengikat sektor perbankan. Di luar soal itu, sektor perbankan dituding sebagai penyebab tidak optimalnya kinerja pembangunan ekonomi nasional, karena tingginya tingkat suku bunga…
Madoff, Malinda, dan Skema Ponzi
Sektor keuangan tidak henti mengguncang perekonomian, baik dalam skala global ataupun masing-masing negara. Guncangan itu bisa disebabkan secara sistematik, yakni perilaku lembaga di sektor keuangan (perbankan, pasar modal, asuransi, pengelola investasi, dan lain-lain), maupun aksi individu-individu yang memanfaatkan celah regulasi. Dalam kasus sistemik, skandal subprime mortgate pada 2008 lalu merupakan aib terbesar dalam ekonomi modern…
Mengurai Ketimpangan
Sejak pembangunan ekonomi dijalankan secara normal mulai 1966, sebetulnya bisa dikatakan Indonesia telah berada dalam jalur pembangunan yang lurus. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi kian stabil dan menanjak, inflasi dapat dijinakkan, investasi swasta (domestik dan asing) terus bergerak, ekspor-impor berkembang dinamis, dan pendapatan per kapita makin membesar. Selama rentang waktu 45 tahun ini memang kadangkala diselingi dengan…
Kebijakan Reformasi dan Kerapuhan Kelembagaan Ekonomi
Buku Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar dalam Bidang Ilmu Ekonomi Kelembagaan Pada Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Kebijakan Reformasi dan Kerapuhan Kelembagaan Ekonomi: Ikhtiar Meluruskan Arah Perekonomian Nasional Oleh: AHMAD ERANI YUSTIKA Disampaikan Pada Rapat Senat Terbuka Universitas Brawijaya Malang, 30 Desember 2010 [download file] . . .
Ke(tidak)pastian Kebijakan BBM
Pemerintah kembali menunda penerapan kebijakan penghematan konsumsi BBM, setelah beberapa waktu lalu melakukan hal yang serupa. Semula, pemerintah hendak menerapkan kebijakan ini pada Januari 2011. Dengan alasan pemerintah (Pertamina) perlu waktu memersiapkan infrastruktur pendukung, misalnya stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), kebijakan diundur April 2011. Saat ini, dengan pertimbangan masih menunggu hasil tim kajian yang telah…
Rapor Buram Ekonomi Jatim
BPS pada awal Februari 2011 lalu telah mempublikasikan secara utuh kinerja ekonomi Jawa Timur (Jatim) 2010. Secara umum, data makroekonomi Jatim 2010 menunjukkan gambar yang buram, sehingga perlu terobosan kebijakan yang cerdas dan kerja keras untuk memerbaiki kinerja ekonomi di masa depan. Pertama, pertumbuhan ekonomi Jatim 2010 memang bagus (6,67%), lebih tinggi ketimbang pertumbuhan ekonomi…
Krisis Pangan dan Opsi Kebijakan
Indeks harga pangan dunia dari waktu ke waktu terus naik, bahkan akhir-akhir ini dalam intensitas yang cukup tinggi. Pola ini diikuti juga dengan kenaikan harga minyak, yang saat ini berfluktuasi di kisaran US$ 90 per barrel. Pola kenaikan harga pangan dan minyak yang terjadi saat ini mirip pada semester awal 2008 lalu. Pada saat itu…
Krisis Pangan dan Daya Beli Masyarakat
Peristiwa tiga tahun lalu, tepatnya pada semester pertama 2008, saat ini berpotensi terulang lagi. Krisis pangan dan minyak dunia menjadi sumber malapetaka saat itu karena Indonesia telah menjadi importir penting untuk kedua barang tersebut. Harga minyak internasional nyaris menembus US$ 150/barel dan indeks harga pangan melambung tidak terkendali. Akibat kenaikan harga minyak dan pangan membuat…
